India-Pakistan Janji Berantas Terorisme

Islamabad (AFP/ANTARA) - India dan Pakistan hari Jumat berjanji memberantas terorisme bersama-sama, dengan menyebutnya sebagai "ancaman yang terus-menerus bagi perdamaian dan keamanan" serta rintangan bagi normalisasi penuh hubungan mereka.

Pengumuman itu disampaikan setelah perundingan dua hari antara sekretaris-sekretaris kementerian dalam negeri kedua negara di kawasan wisata Pakistan, Bhurban.

"Kedua pihak sepakat bahwa terorisme menimbulkan ancaman yang terus-menerus bagi perdamaian dan keamanan serta normalisasi penuh hubungan bilateral," kata mereka dalam sebuah pernyataan bersama.

"Mereka mengulangi komitmen tegas dan kuat kedua negara untuk memerangi dan melenyapkan hal menakutkan ini dalam segala bentuk dan perwujudan serta membawa orang-orang yang bertanggung jawab atas kejahatan semacam itu ke pengadilan," tambah pernyataan tersebut.

Perundingan itu dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Dalam Negeri Pakistan Siddiq Akbar dan mitranya dari India, Raj Kumar Singh, dan diikuti oleh ahli-ahli keamanan dari kedua negara.

Kedua pihak setuju meningkatkan kerja sama dalam pemberantasan terorisme, penyelundupan manusia, narkotika, pemalsuan uang dan kejahatan cyber.

Pertemuan itu merupakan babak perundingan kedua antara sekretaris kementerian dalam negeri setelah pembicaraan pertama di New Delhi pada Maret 2011.

Hubungan antara India dan Pakistan memburuk akibat serangan-serangan pada 2008 di Mumbai, ibukota finansial dan hiburan India.

New Delhi menghentikan dialog dengan Islamabad yang dimulai pada 2004 setelah serangan-serangan Mumbai pada November 2008 yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan-badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan-serangan itu -- tampaknya menunjuk pada badan intelijen dan militer Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Sejumlah pejabat India menuduh serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Pakistan, Lashkar-e-Taiba, yang memerangi kekuasaan India di Kashmir dan terkenal karena serangan terhadap parlemen India pada 2001. Namun, juru bicara Lashkar membantah terlibat dalam serangan tersebut.

India mengatakan bahwa seluruh 10 orang bersenjata yang melakukan serangan itu datang dari Pakistan. New Delhi telah memberi Islamabad daftar 20 tersangka teroris dan menuntut penangkapan serta ekstradisi mereka.

Lebih dari 47.000 orang -- warga sipil, militan dan aparat keamanan -- tewas dalam pemberontakan muslim di Kashmir India sejak akhir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan yang penduduknya beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Perbatasan de fakto memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus karena masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian yang berpenduduk mayoritas muslim di India yang penduduknya beragama Hindu. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.