Berburu Harta Luthfi

Indonesia Berpeluang Rebut Investasi di Irak

  • 22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    Tempo
    22 Bank Dilibatkan dalam Program Pembiayaan Rumah  

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau PT SMF melibatkan delapan bank nasional dan 14 bank pembangunan daerah dalam program kredit pemilikan rumah fasilitas likuiditas pembangunan perumahan (KPR FLPP). Ini tercatat dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua pihak hari ini, Rabu, 22 Mei 2013, di Hotel Le Meridien, Jakarta.

  • Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Antara
    Menkeu: RAPBN-P 2013 untuk Jaga Stabilitas Makro

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan pemerintah mengajukan RAPBN-Perubahan 2013 untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional dan stabilitas ekonomi makro karena sejumlah asumsi tidak lagi sesuai dengan kondisi riil. "Telah terjadi perubahan signifikan pada asumsi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi, lifting migas dan nilai tukar yang menjauh dari kondisi saat ini," ujar Chatib dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan pemerintah di Jakarta, Rabu. ...

  • Emas Jatuh Jelang Kesaksian Bernanke di Kongres

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang prospek ekonomi AS di Kongres pada Rabu. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS, atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.377,6 dolar AS per ounce. Bernanke pada Rabu akan memberikan keterangan tentang prospek ekonomi AS, sementara Komite Pasar

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Irak, Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn) Safzen Noerdin, mengatakan Indonesia memiliki peluang dalam merebut investasi pembangunan di Irak.

"Setelah invasi Amerika Serikat, Irak mengalami kerusakan total di seluruh infrastruktur sehingga ada peluang pembangunan yang besar di segala bidang," kata Safzen saat paparan Peluang Investasi Indonesia-Irak di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan masyarakat Irak mengenal sejumlah produk ekspor dari Indonesia yang terkenal memiliki kualitas baik.

Menurut dia, ada sejumlah barang kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat Irak dari Indonesia seperti ban kendaraan, sabun, rempah-rempah hingga kebutuhan bahan pokok.

"Selain itu perdagangan yang lebih besar antara kedua negara didukung oleh adanya pengakuan terhadap produk Indonesia. Bahkan saking bagusnya pada beberapa waktu lalu ada satu merek sabun dari Indonesia yang dipalsukan oleh negara lain ke Irak," jelas Safzen.

Dia menambahkan, peluang itu semakin diperbesar setelah sejumlah pejabat pemerintahan Irak menyatakan bahwa negara itu akan mengutamakan kerja sama, baik investasi maupun ekspor, dengan negara yang memiliki penduduk mayoritas muslim.

Selain itu Dubes menjelaskan sejumlah investasi di bidang konstruksi yang bisa dijajaki pengusaha Indonesia selain konstruksi di sektor minyak dan gas terdiri dari pembangunan sekolah, rumah sakit, jembatan, jalanan dan stadion serta pasar.

"Mereka juga ingin mempunyai industri sendiri seperti pabrik beton, ban mobil, farmasi, elektronik serta minyak kelapa sawit yang jumlahnya saat ini masih sedikit dari Indonesia," jelas dia.

Selain itu, pemerintah Irak juga menyediakan anggaran khusus bagi bidang pertanian dan perikanan, sehingga hal itu menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk membantu pengembangan sektor tersebut karena Indonesia dikenal memiliki sektor pertanian yang baik.

Terkait keamanan, dia mengatakan Irak memiliki Undang-Undang yang mengatur tentang perlindungan investasi yaitu UU nomor 13 tahun 2006 tentang investasi.

Dalam peraturan tersebut, Safzen mengatakan, pemerintah Irak memberikan pembebasan pajak selama 10 tahun baik bagi investasi langsung maupun "joint venture".

Selain itu juga tercakup jaminan tidak ada nasionalisasi perusahaan asing dan membebaskan bea masuk untuk impor barang modal selama 5 tahun.

Untuk kondisi keamanan, Dubes mengatakan jumlah korban akibat ledakan bom sudah jauh menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Kondisi keamanan semakin membaik, Kedutaan Besar RI di Baghdad siap memfasilitasi keamanan dan kami punya data sejak beberapa tahun lalu bahwa jumlah korban jauh lebih kecil," tegas Safzen.

Total perdagangan RI di Irak pada 2011 meningkat jadi 154 juta dolar AS dimana pada 2010 hanya 52 juta dolar AS.

Sedangkan produksi minyak Irak sebesar 3 juta barel perhari dan pemerintah Irak berencana meningkatkan jadi 10 juta barel per hari hingga pada 2017.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat