Liputan6.com, Jakarta: Pada 2008 lalu tepat satu abad diperingatinya hari kebangkitan nasional. Semangat kebangkitan nasional yang dicetuskan oleh Budi Oetomo. Sehingga kebangkitan nasional dalam seratus tahun yang kedua diharapkan negara Indonesia bisa tampil menjadi negara maju. Syaratnya adalah memiliki kemandirian, daya saing, dan peradaban yang unggul.
"Insya Allah, dengan persatuan, kebersamaan dan kerja keras kita semua cita-cita luhur itu akan dapat kita wujudkan," kata Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukanya di DPR, Jakarta, Kamis (16/8).
Presiden mengatakan, ketika RI diproklamasikan 67 tahun yang lalu, Bung Karno, Bung Hatta dan para pendiri RI telah menetapkan tujuan didirikannya negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
"Berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun di atas dasar Pancasila dan UUD 1945 serta disemangati oleh Bhinneka Tunggal Ika persatuan dalam kemajemukan," kata SBY sambil mendapat tepukan dari hadirin. (ARI)

