H+5 Terperangkap

Indonesia Minta Keterangan Malaysia atas Klaim Tor-Tor

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta keterangan tertulis Malaysia terkait klaim atas tari Tor-tor dan Gordang Sambilan dari Sumatera Utara.

"Kita sudah berkomunikasi dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, mereka menyatakan bukan mengklaim tapi mencatat dan kita ingin tahu secara persis mencatat itu dalam kategori apa. Mereka menjanjikan besok siang," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Windu Nuryanti di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut Windu mengatakan, pihaknya menyerahkan permasalahan tersebut kepada Kementerian Luar Negeri untuk diplomasi. Kemenlu juga sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Informasi, Komunikasi dan Budaya Malaysia.

Hasil komunikasi tersebut menyatakan bahwa karena ada komunitas Mandailing yang tinggal di Malaysia maka pemerintah wajib melindungi budaya mereka dan akan mendapat program pelestarian.

Dalam komunikasi tersebut juga pihak Malaysia mengatakan bukan mengklaim tari Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai warisan budaya mereka, tapi hanya mencatat.

"Sikap Indonesia jelas kita menghendaki tertulis dan setelah itu baru ditindaklanjuti. Silahkan budaya Indonesia berkembang dimana saja tapi asal usulnya harus jelas," tambah Windu.

Untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia sehingga ke depan tidak lagi diklaim negara lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam dua bulan ke depan akan meluncurkan program fasilitasi sarana kesenian di 1.500 sekolah maupun sanggar, jelas Windu.

Setiap sekolah ataupun sanggar yang diutamakan di daerah tertinggal, terluar atau termiskin itu akan dikucurkan dana sebesar Rp150 juta.

Di samping itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga sedang menggodok Program Warisan Kebudayaan Nasional dimana dalam program tersebut akan mendata budaya-budaya di tanah air termasuk makanan khas serta langkah-langkah pelestariannya. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.