Indonesia Raih Transaksi 796.500 Dolar di Jeddah

  • Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Antara
    Menlu Tolak Sebut Indonesia Bangkrutkan Peternak Australia

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu), Marty Natalegawa, menolak menyebut langkah kebijakan kerja sama perdagangan Indonesia sebagai penyebab kebangkrutan para peternak sapi di Australia terutama bagian utara. "Terlalu jauh untuk mengatakan bahwa Indonesia sudah membuat peternak sapi Australia bangkrut," kata Marty di kantornya di Jakarta, Jumat. Menurut Marty, pendekatan kerja sama ekonomi sudah prinsip dasarnya adalah saling menguntungkan supaya bisa bertahan lama. ...

  • CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    Tempo
    CEO McDonald Dikritik Anak 9 Tahun  

    TEMPO.CO, Jakarta--Restoran cepat saji McDonald, lagi-lagi mendapatkan kritik karena menyasar anak-anak sebagai pangsa pasarnya. Kritik bertubi-tubi itu berlangsung dalam pertemuan pemegang saham tahunan McDonald Kamis, 25 Mei 2013.

  • Di Milan, Cokelat Indonesia Sangat Diminati

    Tempo

    TEMPO.CO, Milan -Produk cokelat Indoensia mendapat sambutan mendapat sambutan yang meriah dan dari kalangan pengusaha, importir, pembeli dan pebisnis internasional saat mengikuti pameran makanan internasional Tuttofood di Milan Italia yang berlangsung pada 18 dan 22 Mei 2013.

Jakarta (ANTARA) - Indonesia meraih transaksi senilai 796.500 dolar AS dalam pameran Saudi Building and Interiors Exhebition (SBIE) 2012 di Jeddah International Exhibition and Convention Centre (JIEC) belum lama ini.

Dalam pameran material bangunan, alat-alat perumahan, dan interior itu, transaksi Indonesia terbesar disumbang dari penjualan produk "home decor", demikian siaran pers Kementerian Perdagangan di Jakarta, Minggu.

Penjualan produk "home decor" membukukan 262.500 dolar AS, lalu disusul produk furniture 245.000 dolar AS, drawer bahan vynil buaya 85.000 dolar, memo pad 70.000 dolar, memo box 56.000 dolar, dan bingkai foto yang menyumbang 6.000 dolar AS.

Partisipasi Indonesia dalam pameran itu merupakan yang kedua kalinya. Pertama pada 2010 yang dikoordinasikan oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional.

Sementara pada tahun ini, keikutsertaan Indonesia dikoordinasikan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah.

Indonesia menempati hall zona stand internasional bersama 12 negara seperti Bahrain, China, Mesir, Hong Kong, India, Lebanon, Malaysia, Belanda, Spanyol, Turki, dan Uni Emirat Arab.

Dengan menempati stand seluas 45 meterpersegi, Indonesia menghadirkan empat perusahaan, yaitu CV Kembang Mutioro, CV Bintang Grasida, PT Harpa Inti Mandari, dan perwakilan PT Duta Graha yang ada di Arab Saudi.

Perusahaan-perusahaan Indonesia itu menghadirkan produk seperti stone tile (mozaik), furniture, produk-produk interior, home funishing, home accessories, dan home decoration.

Dalam empat hari pameran, kurang lebih 6.000 orang mengunjungi pavilion Indonesia. Mereka bukan saja calon pembeli dari Arab Saudi, tetapi juga dari negara lain maupun masyarakat umum.

Di antara calon pembeli dan pengunjung yang datang, tercatat 26 perusahaan berminat bertransaksi dengan perusahaan Indonesia.

Dibanding produk-produk dari negara lain, produk-produk Indonesia seperti stone tile terlihat lebih alami dibanding produk dari negara lain.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat