Jakarta (ANTARA) - Indonesia meraih transaksi senilai 796.500 dolar AS dalam pameran Saudi Building and Interiors Exhebition (SBIE) 2012 di Jeddah International Exhibition and Convention Centre (JIEC) belum lama ini.
Dalam pameran material bangunan, alat-alat perumahan, dan interior itu, transaksi Indonesia terbesar disumbang dari penjualan produk "home decor", demikian siaran pers Kementerian Perdagangan di Jakarta, Minggu.
Penjualan produk "home decor" membukukan 262.500 dolar AS, lalu disusul produk furniture 245.000 dolar AS, drawer bahan vynil buaya 85.000 dolar, memo pad 70.000 dolar, memo box 56.000 dolar, dan bingkai foto yang menyumbang 6.000 dolar AS.
Partisipasi Indonesia dalam pameran itu merupakan yang kedua kalinya. Pertama pada 2010 yang dikoordinasikan oleh Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional.
Sementara pada tahun ini, keikutsertaan Indonesia dikoordinasikan oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Jeddah.
Indonesia menempati hall zona stand internasional bersama 12 negara seperti Bahrain, China, Mesir, Hong Kong, India, Lebanon, Malaysia, Belanda, Spanyol, Turki, dan Uni Emirat Arab.
Dengan menempati stand seluas 45 meterpersegi, Indonesia menghadirkan empat perusahaan, yaitu CV Kembang Mutioro, CV Bintang Grasida, PT Harpa Inti Mandari, dan perwakilan PT Duta Graha yang ada di Arab Saudi.
Perusahaan-perusahaan Indonesia itu menghadirkan produk seperti stone tile (mozaik), furniture, produk-produk interior, home funishing, home accessories, dan home decoration.
Dalam empat hari pameran, kurang lebih 6.000 orang mengunjungi pavilion Indonesia. Mereka bukan saja calon pembeli dari Arab Saudi, tetapi juga dari negara lain maupun masyarakat umum.
Di antara calon pembeli dan pengunjung yang datang, tercatat 26 perusahaan berminat bertransaksi dengan perusahaan Indonesia.
Dibanding produk-produk dari negara lain, produk-produk Indonesia seperti stone tile terlihat lebih alami dibanding produk dari negara lain.(ar)

