Berburu Harta Luthfi

Indonesia-Slovakia Rintis Penelitian Gandum Tropis

  • Emas Jatuh Jelang Kesaksian Bernanke di Kongres

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange jatuh pada Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati menjelang kesaksian Ketua Federal Reserve Ben Bernanke tentang prospek ekonomi AS di Kongres pada Rabu. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun 6,5 dolar AS, atau 0,47 persen, menjadi menetap di 1.377,6 dolar AS per ounce. Bernanke pada Rabu akan memberikan keterangan tentang prospek ekonomi AS, sementara Komite Pasar

  • Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    Tempo
    Dua Jurus Chatib Basri Meredam Inflasi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri menyiapkan dua langkah untuk meredam inflasi. Langkah ini diambil menyusul rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

  • Ini Dia Tiga Bank Barteran Transaksi DBS-Danamon

    Plasadana

    PLASADANA.COM – Asas resiprokal dari otoritas moneter Singapura merupakan harga mati yang diberikan Bank Indonesia, sebelum akuisisi 40 persen saham Bank Danamon disetujui. Untuk siapa asas resiprokal itu?Seperti dilansir Reuters,  Bank Indonesia menetapkan syarat agar pemerintah Singapura memberikan perlakuan yang sama bagi bank Indonesia yang ekspansi ke negara tersebut (asas resiprokal). Asas resiprokal itu harus diberikan pada tiga bank pemerintah: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Slovakia sepakat untuk terus melanjutkan pengembangan riset budidaya gandum untuk wilayah tropis, menyusul semakin tingginya impor gandum yang berpotensi menjadikan Indonesia sebagai importir gandum terbesar di Asia Tenggara.

Duta Besar Indonesia untuk Slovakia Harsha Joesoef dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu, mengatakan, saat ini peneliti bidang pertanian kedua negara telah berhasil mewujudkan panen perdana budidaya gandum untuk wilayah tropis awal 2012 dan merencanakan untuk menjadikannya sebagai riset besar-besaran.

Data statistik Kemenko Perekonomian RI menunjukkan, konsumsi gandum Indonesia terus meningkat belakangan ini dan telah menjadikannya sebagai negara importir terbesar di Asia Tenggara dengan konsumsi 6,3 juta ton setahun atau senilai 2,5 miliar dolar AS.


"Jika tidak ada upaya memproduksi sendiri gandum di dalam negeri, diperkirakan impor gandum Indonesia akan mencapai 10 juta ton pada tahun 2020, dan menjadikan Indonesia sebagai importir terbesar gandum dunia," kata duta besar.

Riset bersama para ahli dilakukan beberapa tahun lalu lima pakar agronomi Indonesia dipimpin Prof Dr Irfan Suliansyah dari Universitas Andalas Padang terlibat dalam penelitian yang intens dengan mitranya. Untuk mengembangkan budidaya gandum tropis secara serius, kedua negara juga melibatkan kalangan pengusaha.

Dari Slovakia diwakili Istroenergo Group yang telah memiliki beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik di Indonesia.

Kerja sama Indonesia dan Slovakia juga terus meningkat, terutama sejak dilaksanakannya forum bisnis kedua negara pada 12 Juni 2012 di Bratislava, Ibukota Slovakia. Forum bisnis bernama Business Round Table (BRT) ke-6 itu mempertemukan puluhan pengusaha Indonesia dan Slovakia.

Misi dagang Indonesia beranggotakan 24 pengusaha dipimpin Menko Perekonomian RI Hatta Rajasa sedangkan Slovakia oleh Wakil Perdana Menteri Slovakia yang juga merangkap Menteri Luar Negeri Slovakia, Miroslav Lajcak.

Pada akhir acara forum bisnis kedua negara menandatangani kerja sama implementasi di empat sektor, yaitu kerja sama konsultasi riset antara Universitas Andalas Padang dengan Universitas Pertanian Slovakia mengenai riset gandum di Indonesia. Kemudian kerja sama bidang pendidikan lainnya antara Universitas Indonesia (UI) dan Economic University Bratislava Slovakia.

Kemudian kerja sama teknis bidang pertambangan antara Sugico Indonesia dan HBP Slovaki. Nota kesepahaman mengenai pembangunan pembangkit listrik di Batam antara Tria Talang Mas Indonesia dan Istroenergo Group Slovakia.

Hingga tanggal 4 Juli 2012 telah terdapat pembicaraan serius yang mengarah pada implementasi kerja sama dengan potensi kerja sama mencapai 500 juta dolar AS di sektor pembangunan pembangkit listrik di Batam dan Lombok serta kerja sama bidang pertambangan.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat