Kenaikan BBM

Indosat Tawarkan Bunga Obligasi 7,875-9,125 Persen

  • Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    Tempo
    Sehari, Pesawat Lion Air Terbang 700 Kali

    TEMPO.CO, Jakarta -Lion Air kini menjadi salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia. Beroperasi sejak tahun 2000, Lion Air terus melakukan ekspansi besar-besaran sebagai maskapai penerbangan murah atau low cost carrier di Indonesia. Tak hanya melayani rute dalam negeri, Lion Air juga melayani penerbangan luar negeri seperti ke Vietnam, Malaysia, Singapore, dan Arab Saudi. …

  • OJK Cabut Izin Usaha Asuransi Jiwa Nusantara

    Antara

    Jakarta (ANTARA) - Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan mencabut izin usaha PT Asuransi Jiwa Nusantara yang berkantor pusat di Jakarta Selatan sejak 12 Juni 2013. Direktur Komunikasi dan Hubungan Internasional OJK Gonthor R Aziz dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan pencabutan izin usaha itu berdasar Keputusan Dewan Komisioner Nomor KEP-42/D.05/2013 tanggal 12 Juni 2013. ... …

  • Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    Tempo
    Gita Ajak Indonesia Tiru Cara Gangnam Style  

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menekankan pentingnya meningkatkan potensi diri untuk bisa bersaing di era global. "Bagaimana bisa bersaing kalau tak dapat meng-gangnam-kan diri kita sendiri," kata Gita saat memberi kuliah umum kepada 1.900-an mahasiswa dalam acara Bank Mandiri "National Lecturer Series 2013", Rabu, 19 Juni 2013. …

Jakarta (ANTARA) - PT Indosat Tbk (ISAT) menawarkan kupon bunga obligasi senilai Rp2 triliun berkisar 7,875-9,125 persen.

Menurut Direktur Utama Indosat Harry Sasongko di Jakarta, Selasa, obligasi ini ditawarkan dengan dua seri, yakni seri A dengan kupon bunga 7,875-8,875 persen berjangka waktu tujuh tahun dan seri B dengan kupon bunga 8,125-9,125 persen berjangka waktu 10 tahun.

"Adapun imbal hasil (return) yang diperolah Rp78,750 juta hingga Rp88,750 juta untuk Rp1 miliar per tahun," kata Harry usai paparan materi.

Dana hasil penawaran obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah sekitar 65 persen, sedangkan sekitar 25 persen untuk pembelian "base station subsystem", serta sekitar 10 persen untuk melaksanakan opsi beli atas obligasi Indosat II tahun 2012.

Selain menawarkan obligasi, operator telekomunikasi seluler ini juga menawarkan sukuk ijarah sebesar Rp500 miliar dengan jangka waktu tujuh tahun.

"Penggunaan dana dari penerbitan sukuk ini seluruhnya untuk pembelian `base station subsystem`," kata Harry.

Dalam rangka penerbitan surat utang ini, perseroan mendapatkan peringkat `AA+` dan sukuk ijarah `AA+ (sy)`.

Indosat menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia bertindak sebagai penjamin emisi. Sedangkan wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat