H+5 Terperangkap

Industri Feedlot Bakal Serap 500 Ribu Sapi Lokal  

  • SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    Tempo
    SBY Pilih Chatib Basri Sebagai Menteri Keuangan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memilih Kepala BKPM Dr Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan pengganti Agus Matowardojo. »Atas pendidikan, pengalaman yang cakap, Chatib Basri saya pilih menjadi Menteri Keuangan,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Mei 2013.

  • Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    Tempo
    Dahlan Iskan: Perusahaan Outsourcing Harus Berubah

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan bahwa perusahaaan outsourcing yang akan bekerja sama dengan perusahaan BUMN harus mengubah sistem perusahaan untuk memenuhi tender. Pertama, perusahaan tersebut harus mempunyai sistem jenjang karier dan sistem kepegawaian.

  • Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    Tempo
    Tekanan Kabin Drop, Lion Air Gagal Terbang

    TEMPO.CO, Surakarta - Pesawat maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT 535 rute Solo-Jakarta gagal terbang dari Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo pada Minggu, 19 Mei 2013. Semestinya pesawat diberangkatkan pukul 13.45 dengan membawa 169 penumpang. Tapi pesawat tak kunjung berangkat karena ada kendala teknis.

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) menargetkan bisa menyerap sapi lokal hingga 500 ribu ekor sepanjang tahun ini, naik tiga kali lipat lebih dibandingkan tahun lalu yang hanya 150 ribu ekor. Lonjakan penyerapan industri penggemukan sapi (feedlot) ini disebabkan pengurangan kuota impor sapi bakalan tahun ini menjadi hanya 267 ribu ekor dari tahun lalu 283 ribu ekor.

"Penyerapan sapi lokal ini kami harapkan meningkat untuk menutupi kebutuhan industri feedlot," kata Direktur Eksekutif Apfindo, Joni Liano, ketika dihubungi Tempo, Senin, 14 Januari 2013. Target penyerapan 500 ribu ekor sapi lokal tersebut dihitung dari 20 persen kapasitas kandang yang tersedia saat ini sebanyak 1.125.000 ekor sapi.

Namun, menurut dia, ada beberapa kendala yang bisa mengganggu efektivitas penyerapan tersebut. Pertama, transportasi dan distribusi sapi lokal dari wilayah produsen ke peternakan masing-masing perusahaan feedlot. Kedua, sulitnya mencari sapi lokal dari peternak yang disebabkan tidak seluruh peternak mau melepaskan sapinya. Ketiga, persoalan harga sapi lokal yang lebih mahal ketimbang sapi bakalan impor.

Berdasarkan hasil sensus ternak Badan Pusat Statistik, populasi sapi potong sebesar 14,8 juta ekor, sapi perah 600 ribuekor, dan kerbau 1,3 juta ekor. Dengan demikian, jumlah populasi ternak secara keseluruhan mencapai 16,7 juta ekor.

Kebutuhan daging nasional sepanjang 2013 sebesar 550 ribu ton. Dari total kebutuhan tersebut, sebanyak 85 persen dipenuhi dari dalam negeri, dan 15 persen dari impor. Impor dibagi dalam bentuk impor daging sapi beku sebesar 32 ribu ton, dan 267 sapi bakalan setara 48 ribu ton daging.

ROSALINA

 

 

 

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat