Berburu Harta Luthfi

AS Ingatkan Suriah untuk Amankan Senjata Kimia Mereka

Phnom Penh (AFP/ANTARA) - Amerika Serikat mengatakan pada Jumat, bahwa pejabat Suriah akan "bertanggung jawab" jika mereka gagal mengamankan senjata kimia negara itu, setelah beberapa laporan mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan senjata itu dari tempat penyimpanannya.


The Wall Street Journal melaporkan pada Kamis, bahwa laporan intelijen menduga bahwa beberapa senjata kimia sedang dipindahkan, tetapi alasan pemindahan tersebut masih belum jelas.


Media tersebut mengatakan bahwa beberapa pejabat Amerika Serikat mengkhawatirkan bahwa senjata itu bisa digunakan kepada para pemberontak atau warga sipil, sementara yang lain percaya bahwa senjata itu sengaja disembunyikan dari kelompok oposisi bersenjata atau kekuatan Barat.


"Kami telah berulang kali menegaskan bahwa pemerintah Suriah memiliki tanggung jawab untuk mengawasi stok senjata kimia," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Victoria Nuland kepada wartawan.


"Masyarakat internasional akan meminta pertanggungjawaban setiap pejabat Suriah yang gagal memenuhi kewajiban itu," tambahnya dalam pernyataan selama kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton ke Kamboja.


The Wall Street Journal mengatakan bahwa pemerintahan Obama "sangat khawatir tentang stok gas sarin Suriah, yang mematikan dan yang sangat beracun.


Suriah juga diyakini memiliki cadangan gas mustard dan sianida.


Lebih dari 17.000 orang tewas dalam kekerasan sejak terjadinya pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Maret tahun lalu, menurut Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris. (jk/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.