London (AFP/ANTARA) - Para pejabat dan media Inggris berang setelah para hakim memutuskan bahwa tersangka teroris Abu Qatada, yang dijuluki tangan kanan Osama bin Laden di Eropa, dibebaskan dengan jaminan pada Selasa.
Hasil keputusan sidang banding ekstradisi Abu Qatada ke Yordania pada Senin merupakan pukulan besar bagi pemerintah Inggris, yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk mendeportasi pengkhotbah Islam radikal tersebut.
London dengan cepat bertekad untuk menantang keputusan tersebut.
Pengacara pemerintah Robin Tam mengatakan bahwa Abu Qatada melambangkan risiko "besar" bagi keamanan nasional dan serta harus ditolak pengajuan bandingnya.
Home Office mengatakan bahwa mereka "sangat tidak setuju" dengan keputusan untuk memberikan banding kepada Abu Qatada.
"Kami telah memperoleh jaminan tidak hanya dalam kaitannya dengan perlakuan untuk Qatada sendiri, namun tentang kualitas dari proses hukum yang akan diikuti seluruh proses persidangannya," ujar seorang juru bicara.
"Oleh karena itu kami akan berusaha menolak keputusan banding hari ini."
Pers Inggris mengecam keputusan tersebut, dengan The Daily Telegraph menyebutnya sebagai keputusan yang "mengolok-olok proses peradilan".
"Sekali lagi, ulama ekstremis tersebut, yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan nasional, menggunakan keterbatasan aturan Inggris untuk memutuskan siapa yang bisa dan tidak bisa tinggal dalam perbatasannya," menurut editorial surat kabar tersebut. (ai/pt)


