London (AFP/ANTARA) – Inggris akan meningkatkan dukungan mereka untuk para pemberontak Suriah, setelah Rusia dan China memblokir resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap rezim Bashar al-Assaf, kata Menteri Luar Negeri William Hague pada Jumat.
Hague mengatakan bahwa Rusia akan menyesali tindakan mereka, yang menurutnya akan berbahaya bagi berbagai tujuan jangka panjang di wilayah tersebut.
“Kami semua akan melakukan lebih banyak hal di luar Dewan Keamanan dan mengintesifkan pekerjaan kami untuk mendukung pihak oposisi Suriah, untuk memberikan bantuan kemanusian di luar kerja Dewan Kemanan,” kata Hague kepada BBC Radio.
“Ada beberapa hal yang bisa kami lakukan: yang pertama dan utama adalah untuk memberikan dukungan lebih kepada oposisi Suriah,” katanya.
“Kami telah menggandakan bantuan kemanusiaan... Arus pengungsi meningkat, jadi kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu orang-orang itu,” kata Hague.
Hague mengumumkan dalam kunjungan ke Yordania pada awal pekan ini, di mana ia bertemu para pengungsi Suriah, bahwa Inggris akan melatih 20 aktivis Suriah untuk mendokumentasikan pelanggaran hak-hak asasi manusia.
Ia mengatakan bahwa para pemberontak Suriah menerima senjata dari luar, namun bukan dari Inggris.
“Kami tidak menyetujui pengiriman senjata ke Suriah, namun itu terjadi,” katanya.
"Saya tidak mengesampingkan opsi akan melakukannya, karena kita tidak dapat meramalkan bagaimana kejadian ini akan berkembang. Namun bukan kebijakan kami dalam konflik di Timur Tengah untuk mengirim bantuan mematikan bagi pihak-pihak yang terlibat." (ai/pt)

