H+5 Terperangkap

Inilah Cara Praktis Mendeteksi Daging Gelonggongan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Peternakan (Disnak) Jawa Barat memberikan masukan kepada masyarakat agar terhindar dari daging sapi gelonggongan saat membeli daging di pasar. Yakni, Disnak menyarankan konsumen membeli daging sapi yang digantung di kios pedagang tersebut.

"Saya imbau kepada konsumen khususnya yang belanja di pasar tradisional, agar memilih daging yang digantung di kios penjualnya," kata Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat, Koesmayadi Tatang Padmadinata, di Kota Bandung, Kamis.

Mengapa? Koesmayadi menjelaskan alasannya seperti ini.

"Karena jika menjual daging sapi gelonggongan, pedagang tidak berani menggantung dagingnya,'' katanya. ''Karena, pasti airnya akan terus menetes."

Pihaknya berharap konsumen juga selalu jeli dan berhati-hati saat membeli agar terhindar dari daging gelonggongan. Memasuki bulan suci Ramadhan, komoditas daging memang rawan dari pemalsuan dan perlakuan yang tidak terpuji oleh para pedagang. Contohnya seperti adanya daging gelonggongan dan daging sapi yang dicampur daging celeng (babi).

Ia pun memberikan tips cara membedakan daging sapi asli dengan daging sapi yang dicampur dengan daging lainnya. Caranya sangat mudah yakni bisa dibedakan dari baunya. Selain itu juga bisa dilihat dari serabut ototnya yang besar dan permukaan dagingnya berminyak.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.