INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa (2/10/2012) diprediksi akan menguat tipis.
Demikian mengutip hasil riset E Trading, Senin (1/10/2012). "Untuk perdagangan besok kami perkirakan IHSG akan mengalami sentiment positif dengan kecenderungan naik."
Untuk saham yang dapat diperhatikan antara lain saham Gudang Garam (GGRM, saham PT Bukit Asam (PTBA), saham Media Nusantara Citra (MNCN), saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan saham Hexaindo Perkasa (HEXA).
Sementara pengamat pasar modal, Jeremiah Rio Rizaldi merekomendasikan saham PTBA dan PTPP. Untuk saham PTBA, saat ini menguat lagi menuju resisten kuat di 17.000. Jika PTBA mampu melampaui level ini, maka saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikan menuju target penguatan di 19500 dengan minor target 17.950.
Dari MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Perhatikan terdapat Gap di area 18.100 – 18.200 yang akan menjadi salah satu level target penguatan PTBA. Saham PTBA disarankan beli dengan strong buy jika break 17.000 dengan stoploss level 16.000.
Untuk saham PTPP yang tertahan di resisten kuat level 760 dan saat ini mengalami koreksi yang tergolong wajar karena masih di atas rangkaian moving average-nya. Jika PTPP mampu bertahan di atas level support 670, saham ini berpeluang kembali rebound menuju resisten 760.
Nantinya jika level 760 mampu ditembus, PTPP berpeluang besar melanjutkan kenaikannya menuju level 880 dengan minor target 810. Target jangka menengah berada di level 1050. MACD yang meningkat menunjukkan saham ini bergerak positif. Saham PTPP disarankan buy on weakness di area 670. Selain itu disarankan strong buy jika break resisten 760 dengan stoploss level 660.
IHSG kemarin melemah 26,27 poin atau 0,61%) ke level 4.236,29 sebagai koreksi yang sehat. IHSG tertahan di resistance 4.272 dan support 4.130. Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sbsar Rp7,1 miliar. Untuk saham yang paling banyak dijual seperti BMRI, UNVR, ASII, SMGR, & BBNI. Rupiah terapresiasi ke 9.579 per Dollar AS.
TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Organisasi Angkutan Darat (Organda), Andriansyah, mengatakan rapat Organda menyepakati bahwa kenaikan tarif angkutan umum setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) adalah sebesar 30-35 persen. "Kenaikan tarifnya berdasarkan perhitungan teknis yaitu 30-35 persen. Pengaruh kenaikan BBM cukup signifikan," katanya ketika dihubungi Tempo di Jakarta, Selasa, 18 Juni 2013. …


