INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, pertanian adalah salah satu peluang pemicu pertumbuhan ekonomi 2013.
"Apalagi pemerintah saat ini berkomitmen untuk memperluas dan meningkatkan swasembada pangan," ujar Kepala BPS Suryamin kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (19/8/2012).
Pada 2014, pemerintah juga menargetkan harus dapat mewujudkan surplus beras 10 juta ton. Selain itu, lanjut Suryamin, dari sisi industri juga masih memiliki peluang dari impor bahan baku. "Semua itu mempunyai nilai tambah ke pertumbuhan ekonomi kita ke depan," tuturnya.
Peluang investasi yang masih tinggi juga bisa memicu pertumbuhan di 2013 mendatang. Juga sektor transportasi, perdagangan yang sudah tinggi, juga sektor pariwisata.
"Tapi yang terpenting juga yang harus dilakukan adalah bagaimana pemerintah menggenjot penyerapan anggaran ke depan. Terutama dalam penyerapan anggaran barang modal yang bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan juga produktifitas," tandasnya.
Suryamin menambahkan pertumbuhan ekonomi 2013 juga tergantung peluang bagaimana pemerintah memanfaatkan pasar dalam negeri di tengah terjadinya pelemahan ekspor yang disebabkan pelemahan ekonomi dunia. "Pelemahan sisi ekspor ini bisa ditutup dengan memanfaatkan peluang pasar domestik kita yang masih sangat besar," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8% dalam RAPBN tahun 2013. [ast]


