Perang Lawan Geng Motor

IPW: Tindakan Polisi di Bima Khianati Rakyat

Laporan Wartawan Tribunnews.com Yogi Gustaman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat Indonesia Police Watch (IPW) Johnson Panjaitan menyesalkan prilaku represif aparat kepolisian terhadap massa pengunjuk rasa, yang menolak pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, sampai jatuh korban.

Menurut Johnson, tindakan aparat kepolisian yang mengarahkan tembakan kepada pengunjuk rasa sewenang-wenang dan mengkhianati perjuangan rakyat selama ini untuk mereka. Sebagai polisi sipil, seharusnya mereka melindungi masyarakat.

"Tetapi mereka malah menembaki rakyat. Mereka maju tak gentar membela yang bayar. Seharusnya polisi itu prosipil, bukan menembak rakyat," ujar Johnson kepada Tribunnews.com via telepon di Jakarta, Sabtu (24/12/2011).

Dikatakannya, apa yang terjadi di Bima, juga terjadi di banyak tempat seperti Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua. Korban represif keamanan di Bima seperti disampaikan Koordinator Walhi NTB Ali Usman Al Khairi, sampai saat ini lima orang.

Dengan sikap yang dipertontonkan aparat kepolisian di Bima terhadap pengunjuk rasa pagi tadi sudah melenceng. Kepemihakan terhadap perusahaan, dinilai Johnson, membuat martabat polisi rendah, murah dan miskin.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat