Tehran (AFP/ANTARA) – Iran pada Kamis mengutuk serangkaian pemboman di Irak yang menewaskan 72 orang, dalam sebuah peringatan besar kelompok Syiah. Iran memperingatkan bahwa “tindakan teroris” seperti itu akan menyebar rasa tidak aman di kawasan tersebut.
“Beberapa pihak menjadi penyebab utama dari tindakan teroris yang terorganisir di Irak... dan mereka harus tahu bahwa tindakan mereka akan membuat wilayah tersebut menjadi tidak aman,” kata seorang wakil menteri luar negeri, Hossein Amir Abdolahian, kepada kantor berita milik pemerintah IRNA.
Dia mengatakan bahwa Iran yang didominasi kelompok Syiah akan mempertahankan dukungannya terhadap pemerintah Irak. “Langkah-langkah yang diambil pemerintah Irak untuk mengkonsolidasikan keamanan dan stabilitas kami hargai,” kata Abdolahian.
Serangkaian peristiwa pengeboman dan penembakan pada Rabu menewaskan sedikitnya 72 orang dan melukai lebih dari 250 orang, kebanyakan dari para korban adalah penganut Syiah. Serangan tersebut merupakan yang paling mematikan dalam satu hari sejak 15 Agustus 2011, ketika 74 orang tewas terbunuh.
Penargetan peziarah tersebut merupakan sebuah pengingat yang jelas tentang kekerasan Sunni-Syiah, yang menyerang Irak dalam sebuah puncak kekerasan pada 2006-2007 lalu.
Amerika Serikat menarik pasukannya dari Irak pada Desember 2011, dan hanya menyisakan sebuah kontingen yang terdiri dari 157 tentara di bawah wewenang kedutaan AS.
Mayoritas penduduk Irak adalah penganut Syiah, begitu juga dengan Iran. (ai/ml)

