Kenaikan BBM

Iran Khawatirkan Peningkatan Konsumsi Alkohol di Negaranya

Teheran (AFP/ANTARA) - Iran khawatir tentang kenaikan konsumsi alkohol di daerah Teheran dan daerah lain dari republik Islam itu, kata seorang pejabat kesehatan senior pada Rabu.


"Terkadang kami mendapatkan laporan dari rumah sakit dan dokter terkait konsumsi alkohol di permukiman di selatan Teheran yang mengkhawatirkan," kata Wakil Menteri Kesehatan Baqer Larijani yang dikutip media lokal.


"Di beberapa wilayah negara, konsumsi alkohol tinggi," tambahnya tanpa menyebut nama daerah yang dimaksud.


Larijani mengatakan Iran harus lebih memerhatikan masalah ini daripada penyakit seperti diabetes atau bahkan masalah jantung.


Sejak revolusi Islam pada 1979, Iran melarang penjualan dan konsumsi alkohol, meskipun minoritas Kristen dibebaskan dari larangan tersebut.


Meskipun hukuman berat berdasarkan hukum pidana Islam, 60 sampai 80 juta liter alkohol diselundupkan ke negara itu setiap tahun, menurut petugas, yang menambahkan bahwa kepolisian berhasil menyita hanya sekitar 20 juta liter.


Seorang pejabat di biro anti-penyelundupan mengatakan bahwa pada awal 2011 nilai minuman keras yang diselundupkan ke Iran adalah sekitar 730 juta dolar Amerika (sekitar Rp6,7 triliun) per tahun.


Kepala kepolisian Iran, Esmaeel Ahmadi Moghadam, baru-baru ini mengatakan bahwa negara tersebut memiliki sekitar 200.000 pecandu alkohol. Dia menambahkan bahwa 80 persen alkohol yang diselundupkan berasal dari Kurdistan Irak.


Alkohol juga secara diam-diam diproduksi di Iran. Alkohol yang diproduksi secara diam-diam itu sering mengakibatkan kematian karena metode salah yang digunakan untuk memproduksi minuman keras itu.


Kepolisian Iran juga mulai memberikan hukuman berat apabila tertangkap mengemudi di bawah pengaruh alkohol, dengan pelanggar dikenakan denda sebesar 2 juta rial (sekitar Rp1,1 juta), penyitaan SIM dan bahkan tuntutan pidana. (yg/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.