Penghargaan buat SBY

Iran Panggil Diplomat Bahrain, Bantah Ikut Campur

Dubai (ANTARA/Reuters) - Iran, Kamis (17/5), memanggil Kuasa Usaha Bahrain untuk menyampaikan keluhan mengenai pernyataan dari negara Teluk itu, yang menuduh Teheran melanggar kedaulatannya, demikian laporan stasiun televisi negara.

Pertikaian diplomatik berawal setelah Teheran mengecam upaya oleh negara Teluk guna menempa perhimpunan militer dan politik yang lebih erat. Salah satu tujuan proyek tersebut dipandang sebagai penangkalan pengaruh Iran yang meningkat di Timur Tengah.

Bahrain menanggapi pernyataan Iran dengan memanggil Kuasa Usaha Teheran di Manama guna memprotes "campur tangan mencolok dalam urusan dalam negeri kerajaan".

Pada kamis Iran membalas dan mengatakan pertemuan semacam itu hanya akan menambah dalam masalah di Bahrain.

"Kuasa Usaha Bahrain dipanggil ke Kementerian Luar Negeri," demikian laporan stasiun televisi sebagaimana dikutip Reuters, yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat pagi.

"Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran membantah komentar menteri Luar Negeri Bahrain dan menyampaikan harapan agar pemerintah Bahrain mengambil keputusan yang benar," tambah laporan.

Para kepala negara Arab bertemu di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Senin (14/5) guna membahas seruan Arab Saudi untuk menyatukan enam anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) guna menanggulangi pengaruh Teheran dan ketidakpuasan kaum Syiah di Bahrain, tapi gagal menyepakati integrasi lebih jauh.

Pembicaraan tentang masalah itu akan dilanjutkan akhir tahun ini.

Kaum mayoritas Syiah di Bahrain telah memimpin aksi perlawanan prodemokrasi di Bahrain selama satu tahun.

Negara Arab menuduh Iran menyulut kerusuhan di Bahrain --tuduhan yang dibantah Iran dan pemrotes. Teheran telah memuji aksi perlawanan Arab di wilayah tersebut sebagai "kebangkitan Islam" terhadap penguasa, dan mengatakan mereka dipengaruhi oleh Revolusi Islam di Iran sendiri pada 1979.

Iran, kekuatan Syiah utama, sebelumnya membuat marah Bahrain dengan mengatakan pulau Teluk itu --yang diperintah oleh keluarga Muslim Sunni Al-Khalifa-- berdasarkan sejarah adalah wilayahnya.

Ketegangan antara Iran dan negara sekutu AS di Teluk juga telah tinggi gara-gara program energi nuklir Iran --yang dikhawatirkan para penguasa Teluk akan memberi Teheran senjata nuklir sehingga bisa meningkatkan prestise di kalangan negara Arab.

Sebelumnya utusan Amerika Serikat di Israel mengatakan Washington telah "menyiapkan" pilihan militer jika diplomasi gagal guna menghentikan program nuklir kontroversial Iran, kata utusan AS untuk Israel.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.