Teheran (ANTARA/Xinhua-OANA) - Rencana perdamaian bagi Suriah yang diajukan oleh Kofi Annan masih hidup kendati ia telah mengundurkan diri sebagai utusan khusus bersama PBB-Liga Arab untuk negara yang dirongrong kerusuhan itu, kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, Kamis (9/8).
Salehi mengeluarkan pernyataan tersebut dalam taklimat setelah pertemuan mengenai Suriah yang diselenggarakan, Kamis, di Ibu Kota Iran, Teheran.
Pertemuan tersebut bertujuan menemukan cara dalam kerangka kerja rencana perdamaian enam pasal Annan guna menyelesaikan krisis Suriah, kata Menteri Luar Negeri Iran itu.
"Rencana perdamaian Annan masih hidup dan pengunduran dirinya takkan membuat (rencana) itu punah," kata Salehi sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat.
Iran berpendapat masyarakat internasional memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan krisis Suriah, memberi bantuan kepada rakyat Suriah sehubungan dengan itu dan menyiapkan dasar bagi dialog antara pemerintah dan kelompok oposisi Suriah, katanya.
"Kami harap semua negara yang memiliki kepentingan dengan situasi di Suriah dapat berkumpul bersama guna menyelesaikan krisis di negeri itu," katanya. Ia menambahkan negara regional dan masyarakat internasional mesti bergabung guna menyelesaikan krisis Suriah melalui cara diplomatik dan damai.
Menteri Luar Negeri Iran tersebut menyatakan penghalang terbesar yang merintangi penyelesaian damai bagi masalah Suriah ialah campur tangan asing dan cara menyelesaikan krisis Suriah adalah tanpa campur tangan oleh sebagian negara.
Beberapa negara, karena kepentingan mereka masing-masing, tak ingin krisis Suriah diselesaikan, sehingga membuat masalah itu jadi sangat rumit, katanya. Ia memperingatkan campur tangan di Suriah akan menyebabkan kekacauan dan menyebarkan krisis itu ke negara lain, sehingga menimbulkan konsukuensi berupa bencana.
Mengira pemerintah Suriah akan menyerah karena menghadapi tekanan adalah kekeliruan, dan Iran berharap pemerintah regional akan bertindak secara bijaksana mengenai krisis Suriah, jika tidak ekstremisme mungkin muncul di negeri tersebut.
Pertemuan konsultatif internasional mengenai Suriah dibuka di Teheran pada Kamis (9/8) dengan tema "Hentikan Kerusuhan, Dialog Nasional".
Pada Kamis, Salehi juga berbicara mengenai warga negara Iran yang diculik di Suriah dan mereka berasal dari segala lapisan masyarakat.(rr)

