Iran Tunjukkan Pembunuh Empat Ilmuan Nuklir Iran

Teheran (AFP/ANTARA) – Stasiun TV Amerika pada Senin, menampilkan beberapa orang Iran yang diduga sebagai bagian dari kelompok 13 yang “diakui” menewaskan empat ilmuan nuklir setelah dilatih oleh intelijen Israel.


Dikatakan bahwa jaringan tersebut menerima perintah dari “Washington dan London.”


Laporan televisi itu menyediakan alamat online (http://www.yjc.ir/fa/news/4047313), yang menampilkan tersangka berbicara tentang bagaimana mereka dipersiapkan untuk membunuh para ilmuan tersebut, dan siaran tersebut kembali memperlihatkan mereka berada di sepeda motor sedang menempatkan bom magnet ke mobil korban,” sementara terdengar suara musik dalam video itu.


Terlihat juga sejumlah bangunan pabrik sementara di daerah gersang dan dikatakan bahwa situs tersebut berada di kamp militer Israel yang digunakan untuk pelatihan.


Laporan 40 menit itu, yang disiarkan semalam, mengatakan, kelompok 13 itu terdiri delapan pria dan lima wanita, yang semuanya disebutkan namanya.


Salah satunya dari mereka adalah Majid Jamali Fashi, yang dieksekusi pada 15 Mei setelah dinyatakan bersalah menjadi mata-mata Mossad Israel dan memainkan peran utama dalam pembunuhan seorang ilmuwan nuklir pada Januari 2010 dengan imbalan pembayaran sebesar 120 ribu dolar Amerika (sekitar Rp1,13 miliar).


Intelijen Iran baru-baru ini mengatakan telah membongkar jaringan “mata-mata” lain terkait dengan pembunuhan para ilmuwan, yang menyalahkan Israel dan Amerika Serikat.


Amerika Serikat dengan keras membantah keterlibatannya dalam pembunuhan terbaru pada 11 Januari tahun ini. Israel telah menolak untuk mengonfirmasi atau menyangkal keterlibatan mereka dalam pembunuhan itu.


Salah satu tersangka yang terlihat di stasiun televise negara itu, yang teridentifikasi sebagai bernama Maziar Ebrahimi, mengatakan bahwa video yang telah dibuat itu “dikirim ke Israel agar mereka bisa belajar menangani bahan peledak, dan ditujukan agar Israel menerima pelatihan militer lainnya, termasuk dalam menangani senjata tembak.”(kn/ml)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.