Liputan6.com, Tepi Barat: Dunia teknologi yang semakin maju saat ini, membuat arus informasi yang keluar atau masuk sangat cepat diakses. Perkembangan teknologi itu dikabarkan membuat Israel dengan sigap menggunakannya. Israel dikabarkan menggunakan berbagai media online, seperti Facebook, YouTube, Twitter, dan Instagram, sebagai propaganda untuk membenarkan diri dalam menyerang Palestina.
Israel Defense Forse (IDF) atau tentara Israel men-tweet bernada ancaman kepada seluruh anggota Hamas. Dalam Tweet tersebut, Israel tidak akan segan-segan menghabisi anggota Hamas jika terlihat keberadaanya.
" @IDFSpokesperson: We recommend that no Hamas operatives, whether low level or senior leaders, show their faces above ground in the days ahead".
Sebelum menyerang Jalur Gaza, Israel dilaporkan telah terlebih dahulu membenarkan aksinya agar mendapatkan dukungan lewat live blogging. Israel menyebut jika Palestina selalu mengancam setiap keluarga di Israel. (Russia Today/DES)

