Israel Paksa Tahanan Palestina Puasa 20 Jam tanpa Sahur

REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON -- Para tawanan Palestina di penjara Etzion, Israel, mengadukan nasibnya kepada pusat kajian di Etzion Israel. Mereka setiap hari dipaksa berpuasa selama 20 jam tanpa makan sahur.

Asosiasi Tawanan melakukan kunjungannya ke salah seorang tawanan di penjara Etzion. Mereka bertemu dengan perwakilan tawanan, Muhamad Al-Najar, yang menuturkan kondisi tahana Palestina tersebut.

Berdasarkan informasi dari Najar, para tawanan Etzion terpaksa berpuasan selama 20 jam. Itu terjadi akibat terlambatnya rangsuman makanan. Dan jikapun sudah datang, makanan dalam kondisi yang sudah busuk.

Najar mengatakan mayoritas para tawanan berpuasa tanpa makan sahur akibat jeleknya makanan. Ketika tawanan mengajukan kebutuhannya kepada pihak penjara, justru ia diberikan sanksi dengan dikurung di ruang isolasi.

Asosiasi tawanan ini kemudian mengatakan bahwa para tawanan telah mengadukan nasib mereka beberapa kali akibat buruknya situasi dalam penjara. Namun, perlakuan buruk kerap kali mereka terima.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.