Milan (AFP/ANTARA) - Parlemen Italia akan memberikan lampu hijau untuk reformasi tenaga kerja yang kontroversial. Hal itu dimaksudkan agar Perdana Menteri Mario Monti dapat memegang kunci untuk menghadiri KTT Uni Eropa di Brussel, seperti dikatakan beberapa partai politik.
Reformasi itu disebut-sebut sebagai kunci untuk memulai kembali pertumbuhan ekonomi yang terkena resesi, yang telah diadopsi senat tersebut dan akan mendapatkan persetujuan akhir dari parlemen, sehari sebelum KTT UE (Uni Eropa) dimulai pada 28 Juni.
Pemerintah tersebut meminta parlemen memastikan bahwa reformasi itu disetujui pada waktunya, “sehingga KTT Eropa pada 28 Juni dapat mencatat penerapan reformasi struktural yang penting tersebut."
Sebagai gantinya, pemerintah berjanji mengatasi masalah yang diangkat oleh partai-partai Italia, seperti masalah-masalah yang dihadapi orang-orang tanpa mendapatkan tunjangan pengangguran atau pensiun, karena reformasi pensiun telah diterapkan pada Desember lalu.
Proyek itu diresmikan pada Maret, setelah perselisihan sengit dengan serikat buruh, yang memaksa pemerintah berkompromi atas beberapa masalah.
Reformasi tersebut merupakan salah satu proyek utama Monti, yang bertujuan mengurangi pekerjaan berbahaya serta membuat beberapa perusahaan lebih mudah untuk memecat orang.
Serikat buruh terbesar di negara itu, yakni CGIL, masih bersikeras bahwa reformasi tersebut meningkatkan resiko pengangguran, sementara asosiasi bisnis Italia, Confindustria mengatakan hal tersebut tidak cukup memperkuat hak-hak para pekerja. (ai/mp)

