Bandung (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf menyatakan menunggu hasil Musda DPD Partai Demokrat terkait pihaknya masuk ke dalam lima nama bakal calon gubernur pada pemilihan gubernur Jabar, dari Partai Demokrat.
"Saya belum siap, pokoknya kita tunggu saja hasil musda partai," kata Dede Yusuf, di Lapangan Gasibu, Bandung, Kamis.
Dede Yusuf juga terkesan berhati-hati untuk menanggapi wacana pencalonan dirinya sebagai calon Gubernur Jawa Barat dalam Pilgub Jabar tahun 2013.
"Ya kita belum tahu mekanismenya bagaimana. Saya pikir setelah Musda baru bisa diketahui. Sekarang saya belum tahu. Kita lihat saja nanti, minta doanya saja," katanya.
Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf masuk ke dalam lima nama bakal calon gubernur pada pemilihan gubernur Jabar, dari Partai Demokrat.
"Setidaknya ada lima nama yang disebut-sebut akan mewakili kader internal," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi DPD Partai Demokrat Jawa Barat Yan Rizal Usman, Senin (19/12) lalu.
Rizal merinci, kelima calon adalah Ketua DPD PD Jabar Iwan Sulanjana, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanagara, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Yusyus Kuswandana serta pengurus DPD PD Jabar Gagan Prawira.
Namun, Rizal mengaku, tak tahu siapa yang bakal dipilih. Itu menjadi kewenangan Majelis Tinggi Demokrat. Menurut dia, penentuan berdasarkan parameter yang telah jadi pedoman pemilihan calon.
"Memang ada usulan dari DPD. Biasanya kita majukan lima nama. Namun tetap Majelis Tinggi yang menentukan. Memang saat ini, ada nama Dede Yusuf yang sudah menjadi kader kita sebagai calon paling tinggi popularitas dan aksebilitas berdasarkan polling sementara," kata Yan.
Ia menyatakan, DPD Demokrat Jabar punya banyak alternatif calon untuk maju pada Pilgub Jabar 2013. Tapi di antara banyak kader yang menyatakan siap maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur baru lima orang.
Dikatakannya, penyodoran nama calon akan dilakukan DPD kepada DPP harus sudah melalui survei yang dilakukan lembaga survei independen.
"Jadi saat survei nanti, akan ketahuan juga akan ada strategi koalisi atau tidak," katanya.



Yahoo! OMG