Ghiboo.com - SUV (sport utility vehicle) dan crossover menjadi model yang populer di industri otomotif. Namun bagi pabrikan mobil mewah Jaguar, model tersebut tidak menarik.
Jaguar lebih mengutamakan pengembangan saloon kompak untuk menyaingi BMW Seri 3 ketimbang membuat crossover.
"Walaupun pasar SUV sedang tumbuh, pasar untuk saloon masih dua kali lebih besar dari SUV, terutama di Amerika Serikat. Memang membangun crossover lebih menarik daripada membuat saloon baru, tapi kami sudah punya SUV di grup kami (Jaguar-Land Rover) jadi tidak perlu buru-buru," kata Global Brand Director Jaguar Adrian Hallmark seperti dilansir Autocar.
Sejumlah dealer Jaguar di pasar Amerika Utara sudah banyak yang meminta kehadiran saloon yang kompak. Produk entry level dengan banderol lebih murah versi Jaguar diyakini lebih menarik seperti halnya saat Range Rover melahirkan Range Rover Evoque.
Hallmark menyebutkan Audi, BMW, dan Mercedes-Benz bisa menuai sukses dengan berbagai strategi. Mulai dari memperbanyak pilihan varian (coupe, cabriolet, dan estate) hingga opsi mesin yang beragam.
"Kami harus bisa lebih fleksibel di segmen ini," kata Hallmark.
Disarikan dari Autocar Indonesia II-MMXIII


