TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyatakan jalur laut menjadi jalur favorit penyelundupan narkoba ke Indonesia. Dengan menggunakan kapal penumpang, kapal tradisional, atau speedboat, para pengedar narkoba beraksi di perairan Indonesia.
"Mereka memanfaatkan celah waktu patroli laut," kata Kepala Deputi Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Benny Joshua Mamoto, di gedung BNN, Rabu, 26 Desember 2012.
Jalur laut, kata Benny, lebih banyak menyelundupkan narkoba dibandingkan jalur udara. Sebab, penangkapan di bandara biasanya menghasilkan narkoba seberat 10 kilogram. Akan tetapi, jika lewat laut, bisa ratusan kilogram. "Jutaan butir ekstasi bisa dikirim hanya menggunakan speedboat," ujar dia.
Garis pantai Indonesia yang panjang, kata Benny, membuka peluang bagi para pengedar. Apalagi patroli yang dilakukan Angkatan Laut hingga Badan Koordinasi Keamanan Laut masih terbatas. Tahun depan, BNN berencana menjaga titik interdiksi, hasil kerjasama dengan Polisi Air.
"Kami mengajak bea cukai, imigrasi, kepolisian untuk bersama-sama mewaspadai titik-titik perbatasan laut yang sudah kami waspadai," ujar Benny.
Sementara Kepala BNN, Inspektur Jenderal Anang Iskandar mengatakan lembaganya berusaha semaksimal mungkin memberantas peredaran narkoba dari perairan Indonesia. Dia mengakui, kekurangannya perairan Indonesia yakni banyak pintu masuknya.
"Jalan tikus itu sulit dijaga. Tapi kerjasama kami dengan instansi terkait akan meningkatkan penjagaan. Setidaknya, selain mencegah jangan masuk ke Indonesia, tapi juga segera menangkap bandar yang sudah masuk Indonesia," katanya.
MUHAMAD RIZKI
10 Film yang Layak Ditunggu di 2013
Harta Soekarno di Bank Swiss? Puan Menjelaskan
Pajak Diusulkan Keluar dari Kementerian Keuangan



Yahoo! OMG