Jaminan Syafaat Bagi Orang yang Puasa (3-habis)

REPUBLIKA.CO.ID, Misalnya, amal andalan berupa sedekah karena cenderung suka bersedakah, shalat dhuha karena gemar, zikir karena senang, sabar, suka memaaf­kan, tidak memendam kedengkian, dan sebagainya, bisa dijadi­kan sebagai amal andalan.

 

Amal andalan ini apa pun bentuknya merupakan bagian dari upaya untuk membuat penghalang diri dari neraka dan mendekatkan kepada surga. Rasulullah SAW bersabda, ”Buatlah penghalang antara kamu dan neraka walaupun dengan pecahan (sebelah) kurma." (HR. Bukhari-Muslim)

Namun, ada peringatan dari Rasulullah untuk tidak terlalu fanatik dan ekstrem dalam mengandalkan puasa dengan melakukan puasa sepanjang tahun karena hal ini akan menyusahkan diri di kemudian hari juga karena terlalu memperberat diri.

Sebagaimana dibuktikan oleh sahabat Abdullah bin Amr bin Ash. Beliau memberikan ketentuan yang wajar bahwa puasa sebanyak-banyaknya adalah puasa setengah tahun atau yang disebut dengan puasa Dawud, yaitu sehari berpuasa sehari berbuka, dan seterusnya. Puasa Dawud nilainya sama dengan puasa sepanjang tahun.

Syafaat yang menjadi jaminan orang-orang berpuasa dan pintu Rayyan yang menyambut hangat mereka di surga, keduanya merupakan balasan bagi orang-orang yang menjadi­kan puasa sebagai andalan. Mereka melakukan puasa secara langgeng, tak ubahnya hobi yang digemari.

Salah seorang sabahat Rasulullah SAW, Abud Darda pernah memperingatkan, "Lakukanlah shalat dua rakaat di kegelapan malam untuk menolongmu di kegelapan kuburan. Berpuasalah pada hari yang sangat panas agar bisa membantumu menghadapi panasnya hari kebangkitan. Bersedekahlah supaya sedekah itu menolongmu dari keburukan hari yang sangat me­nyusahkan."

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.