Jamsostek Akan Titipkan Dana Pekerja ke BHP

  • Lagi, Orang Sukses yang Drop-Out dari Sekolah

    Plasadana

    Lagi, Orang Sukses yang Drop-Out dari SekolahPLASADANA.COM - Bagi sebagian orang, kesuksesan dalam bisnis tidak berhubungan dengan pendidikan akademis. Inovasi dan pengalaman ternyata bisa menjadi kendaraan bagi seorang pengusaha untuk meraih keberhasilan. Tidak jarang, mereka yang putus sekolah justru bisa menjadi miliarder.Salah satunya adalah pendiri situs mikrobloging Tumblr, David Karp. Pria kelahiran New York 6 Juli 1986 ini menjadi buah bibir setelah Tumblr dibeli senilai US$ 1,1 miliar

  • Emas Naik karena Aksi "Short Covering"

    Antara

    Chicago (ANTARA/Xinhua) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada Senin (Selasa pagi WIB) karena aksi "short-covering" (pembelian kembali emas yang telah dijual), menghentikan penurunan tujuh sesi berturut-turut. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik 19,4 dolar AS, atau 1,42 persen, menjadi menetap di 1.384,1 dolar AS per ounce. Penurunan di pasar saham AS dan dolar yang bergerak melemah berkontribusi pada kenaikan emas pada Senin, kata para

  • TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal     

    TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal  

    Tempo
    TAM Mengeluh, Banyak BlackBerry Q10 Ilegal     

    TEMPO.CO, Jakarta - Erajaya Group, induk usaha Teletama Artha Mandiri (TAM) yang menjadi satu distributor BlackBerry di Indonesia, prihatin atas beredarnya BlackBerry ilegal di pasaran. Ia mencontohkan, produk BlackBerry Q10 sudah ada di pasar walau belum diluncurkan.

Jakarta (ANTARA) - PT Jamsostek akan menitipkan dana jaminan hari tua (JHT) pekerja yang belum diklaim ke Balai Harta Peninggalan sebagaimana saran dari Kemenkumham dan Kemenakertrans.

Direktur Pelayanan PT Jamsostek Djoko Sungkono kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, pemisahan dana tersebut terkait dengan persiapan BUMN itu menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tenaga Kerja.

"Di sisi lain kami ingin menjaga kepercayaan pekerja bahwa dana mereka tidak hilang meskipun mereka tidak mengajukan klaim JHT ke PT Jamsostek," kata Djoko.

Dana yang belum diklaim pekerja tersebut, sebagaimana hasil audit BPK, sekitar Rp1,8 triliun. Dana tersebut, tidak diklaim pekerja karena berbagai alasan.

PT Jamsostek menduga sebagian pekerja tidak tahu bahwa mereka peserta Jamsostek karena minimnya informasi dari perusahaan sehingga saat berhenti bekerja mereka alpa mengajukan klaim.


Sebelumnya BUMN tersebut sudah melakukan imbauan dan membuat iklan di sejumlah media agar pekerja berhak mengajukan dengan membawa bukti kepesertaan.

Setelah jangka waktu tertentu angkanya menyusut menjadi Rp1,8 triliun karena sejumlah pekerja mengajukan klaim atas haknya.

"Karena kita harus memisahkan aset sebagaimana yang diamanatkan peraturan perundangan maka dana tersebut dipisahkan dari aset perusahaan dan dititipkan ke BHP," kata Djoko.

Pemindahan dana tersebut dilakukan secara bertahap dan pada waktunya pekerja dapat mengajukan klaim ke BHP.

"Artinya, dana tersebut tidak hilang, hak pekerja harus kembali ke pekerja," kata Djoko.

Saat ini proses pemindahannya itu sedang dibahas di forum Kemenkumham, Kemenakertrans, BHP dan PT Jamsostek.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat