Berburu Harta Luthfi

Janda Arafat Pertahankan Laporan Media Tentang Racun Radioaktif

Ramallah (ANTARA/Xinhua-OANA) - Janda mantan presiden Palestina Yasser Arafat, Jumat (6/7), mempertahankan laporan media yang menyatakan kematian suaminya disebabkan oleh racun radioaktif.

Laporan investigatif tersebut, yang diudarakan pada Rabu (4/7) oleh stasiun TV pan-Arab Al-Jazeera, tak memiliki motif politik, kata Suha Arafat dalam wawancara telefon dari kediamannya di Malta dengan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu malam.

Ia mengatakan ia menyerahkan kepada Al-Jazeera barang pribadi suaminya untuk laporan penyelidikan tersebut setelah stasiun televisi satelit Qatar itu berulangkali mengajukan permintaan. Ditambahkannya, saluran TV tersebut telah berjanji akan meminta ilmuwan dan dokter menyelidiki barang itu di laboratoriun canggih.

"Ini bertujuan menjernihkan dan mengungkap kebenaran di balik kematian Yasser Arafat," kata Suha. Ia membantah bahwa waktu penyiaran laporan tersebut dimaksudkan untuk menyerang para pejabat pimpinan Palestina. "Hasil pemeriksaan itu dikeluarkan satu tahun belakangan oleh satu laboratorium Swiss."


"Saya bukan bagian dari pertikaian dengan siapa pun ... Peran saya ialah memberi persetujuan bagi pemeriksaan dalam kapasitas saya sebagai janda pemimpin Yasser Arafat," ia menjelaskan.

Arafat wafat di satu rumah sakit Prancis di dekat Paris pada 2004. Sebelum itu, Israel mengurung dia selama dua tahun di kompleksnya di Tepi Barat Sungai Jordan, tempat ia menderita sakit secara mendadak sebelum ia dibawa lewat udara ke Prancis.

Setelah laporan Al-Jazeera, Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) menyatakan siap untuk menggali kembali jasad Arafat untuk otopsi, kalau Suha atau putrinya, Zahwa, mengajukan permintaan.

"Saya kira informasi yang diperlihatkan oleh Al-Jazeera sangat penting dan dapat bermanfaat dalam mengungkap kebenaran kepada rakyat Palestina dan dunia," Suha menambahkan.

Suha menyerahkan tas milik Arafat kepada Al-Jazeera. Tas itu berisi piyama, pakaian dalam, topi yang dipakai Arafat pada hari-hari terakhirnya, satu sikat gigi dan contoh air ludah Zahwa untuk tes DNA guna mengabsahkan kebenaran barang-barang tersebut.

AL-Jazeera meminta Suha tidak memberitahu siapa pun mengenai proses penyelidikan itu "sehingga tak ada rintangan yang akan muncul guna menggagalkan upaya tersebut", kata Suha. Ia menambahkan ia tidak tahu bagaimana Al-Jazeera bisa muncul dengan dugaan bahwa isotop radioaktif mungkin telah digunakan terhadap Arafat.

"Pemimpin Palestina harus menindak-lanjuti kasus itu," Suha menambahkan.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.