Jakarta (ANTARA) - Bank Jepang untuk Kerja sama Internasional (JBIC) tetap memberikan prioritas pada pembiayaan infrastruktur di Indonesia.
Keterangan tertulis Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan, komitmen JBIC disampaikan "Executive Officer for Asia and The Pacific" Nobuyuki Higashi ketika bertemu Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana di Gedung Bappenas Jakarta, Senin (25/6).
Nobuyuki menempati posisi baru di JBIC sejak Juni 2012 dan berkedudukan di Singapura. Kunjungan ke Indonesia merupakan kunjungan pertama di negara-negara Asia Pasifik.
JBIC akan memberi tekanan kepada pembiayaan infrastruktur di Indonesia antara lain pembangunan Metropolitan Priority Area (MPA) di wilayah Jabotabek, dan pengembangan sarana distribusi gas ke rumah tangga.
Proyek-proyek MPA lainnya antara lain pengembangan pelabuhan international, pembangunan sarana angkutan massal atau mass rapid transit (MRT), jaringan transportasi publik, infrastruktur energi, peningkatan ruas jalan raya, perbaikan sistem suplai air, sistem pengolahan limbah, serta perbaikan sistem banjir.
Pada pertemuan tersebut, Nobuyuki didampingi Kepala Perwakilan JBIC untuk Indonesia, Manabu Homma. Sementara Armida Alisjahbana didampingi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemiskinan Kementerian PPN/ Bappenas, Imron Bulkin.
Nobuyuki menyampaikan bahwa Jepang saat ini sedang menghadapi dilema keharusan meningkatkan rasio pajak dari sekitar lima persen menjadi sekitar 15 persen untuk kepentingan negara sementara dunia usaha dan masyarakat keberatan dengan hal itu.
Sementara Armida menyampaikan bahwa Indonesia mengharapkan Jepang meningkatkan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) ke Indonesia khususnya bidang manufaktur. (tp)


