Perang Lawan Geng Motor

Jelang Lebaran, Polisi dan TNI Sisir Rel Kereta Api

TEMPO.CO, Yogyakarta - Guna memastikan keamanan perjalanan kereta api di daerah operasi 6 Yogyakarta-Jawa Tengah, polisi, anggota Tentara Nasional Indonesia, dan PT Kereta Api Indonesia menyisir rel yang dilalui kereta api. Mereka naik kereta Lori milik PT Kereta Api dari Stasiun Tugu menuju Wates, Kulon Progo.

"Kami akan menelusuri rel sepanjang 50 kilometer untuk memastikan keamanan kereta api," kata Brigadir Jenderal Sabar Raharjo, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum berangkat dengan Lori, Selasa, 7 Agustus 2012.

Selain Kapolda, juga turut menyisir Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Adisutjipto Marsekal Pertama Abdul Muis dan Komandan Korem (Danrem) Pamungkas Kolonel Adi Wijaya. Juga Kapolresta Yogyakarta dan Kapolres Sleman.

Penyisiran itu untuk memastikan rel yang dilewati kereta api saat arus mudik dan balik Lebaran aman, serta perlintasan-perlintasan kereta api juga dipastikan aman. Dengan demikian, bisa meminimalkan terjadinya kecelakaan.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, pihaknya juga memperbantukan 86 personel Brigade Mobil (Brimob) untuk menjaga kereta api. Mereka akan berjaga di dalam kereta api, stasiun, dan perlintasan.

"Setiap gerbong akan dijaga dua personel polisi dan polsuska (polisi khusus kereta)," kata Anny. Para personel Brimob akan dikerahkan menyisir rel dengan jalan kaki untuk meneliti keamanan rel.

Secara umum, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta mengerahkan 2.582 personel untuk menjaga keamanan saat musim libur Lebaran. Semua tempat rawan diwaspadai. Terutama di lokasi wisata, kompleks kos-kosan, dan perumahan yang ditinggal mudik penghuninya. "Masyarakat juga diminta hati-hati," kata dia.

MUH SYAIFULLAH

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat