Penghargaan buat SBY

Jelang Ramadhan Himbau Pedagang Teliti Makanan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ali Anshori

TRIBUNNEWS.COM KETAPANG, -Megantisipasi beredarnya makanan dan minuman kadaluarsa selama bulan suci ramadhan, tim gabungan pengawasan makanan dan minuman pemkab Ketapang melakukan sidak ke sejumlah mini market dan pertokoan di wilayah tersebut, Rabu (18/7/2012).

Tim yang terbagi di empat wilayah tersebut, melibatkan dinas perdagangan dan koperasi (disperidagkop) Ketapang, dinas kesehatan, satpol PP, majelis ulama Indonesia Ketapang, badan penyelesaian sengketa konsumen (BPSK) dan kepolisian resor Ketapang.

Kabid perdaganan Disprindagkop Ketapang, Simon Petrus mengatakan, sidak yang dilakukan, tim gabungan tersebut fokus pada makanan kadaluarsa yang kemungkinan masih beredar di minimarket ataupun sejumlah tokok klontong di Ketapang.

“Dalam sidak yang kami lakukan, kami mendapatkan beberapa makanan ringan yang sudah kadaluarsa, seperti coklat dan tiki-tiki, termasuk diantaranya penyedap masakan. Barang yang sudah kadaluarsa langsung kita musnahkan, sedangkan yang akan habis masa kadaluarsanya, masuk ke retur supaya disimpan,” katanya.

Dia mengatakan, sidak tersebut akan berlangsung selama 2 hari dimulai pada Rabu 18 sampai dengan 19 juli. Untuk tim satu sendiri sudah melakukan sidak di beberapa lokasi, diantaranya minimarket Sehat Mulia, toko Sariwangi, Cipta Bahagia, Panca Setia, Famili serta Minimarket dan Toko-Toko Semabako yang tersebar di Kota Ketapang.

“Untuk tim 2 fokus di wilayah, Delta Pawan dan Muara Pawan, tim 3 melakukan sidak di Delta Pawan dan Matan Hilir Utara, sedangkan untuk tim 4 melakukan sidak di Benua Kayong dan Matan Hilir Selatan,” katanya.

Simon menuturkan, jika dilihat dari hasil sidak, sepertinya kesadaran para pengusaha sudah mulai tumbuh. Pasalnya dalam pelaksanaan tersebut, pihaknya tidak mendapatkan makanan ataupun minuman yang kadaluarsa.

“Kita juga mengimbau kepada pengusaha agar meneliti kembali makanan ataupun minuman yang mereka jual kepada masyarakat, ini demi kebaikan kita bersama, sebab memasuki bulan suci ramadhan jumlah pembeli biasanya mengalami peningkatan,” tegasnya.

Pemilik mini market sehat Mulia, Hendri Pen mendukung dengan sidak yang dilakukan pemerintah bersama dinas dan instansi terkait. Hendri Pen justru merasa terbantu dengan adanya sidak yang dilakukan tersebut. “Saya akui di took saya ada beberapa barang kadaluarsa juga, itu terjadi karena karyawan kami hanya sedikit sehingga kurang kontrol,” tegasnya.

Hendri mengatakan, barang-barang yang mengalami kadaluarsa tersebut langsung dimusnahkan, sementara bagi barang yang masa kadaluarsanya tinggal beberapa hari akan dikembalikan kepada agen, atau masuk kategori retur. (ali)

Berita  Terkait :

  • Sopir di Sebatik Tertangkap Bawa SS 18 menit lalu
  • Empat Purel Dibawah Umur Dimanakan Polisi 18 menit lalu
  • Perwakilan RI di AS Bantu Perjalanan Koor Uncen 22 menit lalu
  • Demo PKL
    Foto-foto Demo PKL di Jogja 26 menit lalu
  • Pemilihan Gubernur DKI
    Setiyawan Djodi dan Adhyaksa Dault Dukung Jokowi 38 menit lalu
  • Istri Foke Borong Batik Pasar Klewer Solo 47 menit lalu
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat