Jenderal Prancis Terpilih Jadi Komandan NATO

Norfolk, Virginia (AFP/ANTARA) – Jenderal Prancis Jean-Paul Palomeros mengambil alih sebagai salah satu komandan NATO pada Jumat, mengemban tugas guna menghadapi ancaman baru meskipun terdapat tekanan anggaran.


Palomeros mengakui bahwa ia menghadapi tugas yang tidak mudah pada upacara di Norfolk, Virginia, rumah bagi salah satu dari tiga komando strategis NATO, bersama dengan Brussels dan Mons di Belgia.


"Sekretaris jenderal, tantangan yang baru saja diuraikan cukup besar," kata Palomeros, mengacu pada kata sambutan dari Pimpinan NATO, Anders Fogh Rasmussen.


Dengan mengambil alih komando sekutu transformasi, mantan kepala staf angkatan udara Prancis menjadi petugas tertinggi Prancis di NATO.


Palomeros (59) berhasil membela negaranya dengan sesama pilot Jenderal Stephane Abrial, yang menandai kembalinya Prancis ke komando militer NATO yang terintegrasi pada 2009. Mantan presiden Prancis, Charles de Gaulle menarik Prancis keluar dari struktur pada 1966.


Bahkan dalam upacara resmi yang memberikan penghormatan kepada dua perwira senior Prancis atas perannya di NATO, Paris mengambil kembali keputusan kedua negaranya untuk kembali kepada komando aliansi itu.


Presiden Prancis Francois Hollande meminta mantan menteri luar negeri Hubert Vedrine untuk meninjau peran negara baru dalam komando gabungan militer NATO dan temuan itu akan jatuh tempo pada akhir Oktober.


Palomeros, orang Eropa kedua untuk mengisi posisi di Norfolk, mengatakan bahwa ia akan melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh Abrial, yang bertugas di jabatan tersebut selama tiga tahun.(yg/ai)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.