Jenderal Suriah Melarikan Diri ke Turki

Ankara (AFP/ANTARA) – Terdapat Jenderal lainnya melarikan diri ke Turki dari negara tetangga Suriah dan bergabung dengan barisan tentara pemberontak yang berbasis dekat perbatasan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Anatolia, Senin.


Pembelotan itu membuat 13 jenderal mencari perlindungan di Turki sejak pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad meletus 16 bulan lalu.


Selain jenderal tersebut, dua kolonel dan sekitar 30 tentara dengan keluarga mereka, menyeberang ke Turki pada Minggu malam, kata Anatolia.


Para pembelot itu dibawa ke kamp Apaydin di provinsi Hatay, sekitar empat kilometer dari perbatasan Suriah.


Kamp-Kamp pengungsi di provinsi tenggara Hatay, Gaziantep, Sanliurfa, dan Kilis melindungi lebih dari 33.000 orang Suriah, angka yang melonjak setelah eskalasi kekerasan terakhir di Suriah, terutama di kota-kota barat laut dekat perbatasan Turki.


Kelompok-Kelompok pemantau mengatakan sekitar 15.000 orang tewas dalam pemberontakan 16 bulan terhadap rezim Assad, sehingga para pejabat PBB mengatakan bahwa mereka takut terjadi perang sipil besar-besaran di Suriah.


Turki, pernah menjadi sekutu dekat Suriah, dipanggil untuk pertemuan darurat oleh NATO pada Selasa setelah menuduh Damaskus menembak jatuh salah satu pesawat militernya di wilayah udara internasional. (ia/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.