Jenguk Teman, Polisi dan Napi Ricuh di Lapas Aceh  

TEMPO.CO, Banda Aceh – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banda Aceh di Desa Bineh Blang, Aceh Besar, ricuh setelah para narapidana bertengkar dengan polisi, Senin, 30 April 2012.

Kericuhan dipicu oleh kedatangan 10 orang polisi yang membesuk empat rekannya yang ditahan di sana. Empat orang polisi yang ditahan di sana, tiga di antaranya berstatus tahanan titipan, dan satu lagi narapidana. Semuanya terkait kasus narkoba.

Rombongan polisi itu tak jua keluar sampai waktu menjanguk habis. »Petugas sipir telah meminta polisi untuk keluar karena waktu sudah habis,” kata Yatiman, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Dephukham) Aceh, kepada wartawan di Lapas Banda Aceh.

Menurut dia, saat sipir meminta polisi pembesuk pulang, polisi tersebut memukul meja dan menjawab dengan nada keras. Inilah yang kemudian memancing emosi antara polisi dan sipir. Kemudian terdengar sampai ke narapidana. »Narapidana membela sipir yang merupakan pembina mereka,” kata Yatiman.

Para narapidana kemudian melempar botol-botol ke arah ruang besuk. Mereka juga mengambil barang-barang di sel milik polisi yang ditahan kemudian membakarnya. Petugas sipir yang lain berusaha meredam emosi para narapidana. »Ini hanya selisih paham.”

Untuk membendung kemarahan narapidana, polisi pembesuk kemudian mundur dan polisi tahanan kemudian diamankan oleh sipir ke salah satu ruangan.

Menurut Yatiman, tiga polisi yang berstatus tahanan titipan kemudian dipindahkan ke Polsek Ingin Jaya Aceh Besar. Adapun polisi yang berstatus napi dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan di Lhok Nga, Aceh Besar.

Salah seorang narapidana yang enggan namanya ditulis mengaku marah dengan sikap sewenang-wenang polisi yang menjenguk tersebut. »Waktu sudah habis, mereka tidak mau pulang dan malah buat ribut di tempat kami,” ujarnya.

»Kalau mereka masuk kemari, akan kami habisi mereka,” narapidana itu menyambung dengan nada tinggi

ADI WARSIDI

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.