Jepang Panggil Dubes Rusia Berkaitan Kunjungan ke Pulau Sengketa

Tokyo (AFP/ANTARA) - Jepang Selasa memanggil duta besar Rusia dalam rangka protes atas kunjungan Perdana Menteri Dmitry Medvedev ke salah satu dari empat pulau di tengah sengketa teritorial antara kedua negara.

Evgeny Afanasiev dipanggil ke kementerian luar negeri di mana ia menyatakan "sangat penyesalan" Tokyo atas kunjungan Selasa pagi pemimpin Rusia itu, kata kementerian dalam satu pernyataan.

Teguran itu terjadi beberapa jam setelah Medvedev mengunjungi pulau Kunashir, yang disebut Kunashiri di Jepang, yang terletak di utara pulau Hokkaido, yang merupakan kunjungan keduanya ke pulau-pulau yang disengketakan gugusan Kuril, kata pemerintah Rusia mengumumkan.

Tokyo mengklaim empat rantai kepulauan paling selatan itu, yang dikenal sebagai Wilayah Utara di Jepang, dan perselisihan terus melemparkan awan di atas hubungan Rusia-Jepang, serta menyulitkan investasi dan perdagangan kedua negara.

"Pulau Kunashiri adalah bagian integral dari wilayah Jepang dan

Pemerintah Jepang tidak bisa menerima kunjungan seperti itu," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kenichiro Sasae kepada utusan tersebut, menurut pernyataan itu.

Menteri Luar Negeri Koichiro Gemba mengatakan kepada wartawan: "Kunjungan itu tidak selaras dengan posisi negara kita atas Wilayah Utara dan anggap itu seperti melempar sesuatu ke air dingin pada upaya kita untuk membangun suasana positif Jepang-Rusia."


Kunjungan itu terjadi hanya beberapa pekan setelah Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat untuk mengaktifkan kembali pembicaraan bilateral mengenai sengketa wilayah.

Kunjungan Medvedev pertama pada November 2010 - ketika ia menjadi presiden Rusia - memicu reaksi marah dari Tokyo, yang mengutuk perjalanan tersebut sebagai "kemarahan yang tak bisa dimaafkan".

Kedua negara tidak pernah secara resmi menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri permusuhan Perang Dunia II karena Jepang mempertahankan klaimnya atas pulau-pulau itu, yang Rusia

telah kontrol dan mencoba untuk mengembangkan sejak Jepang menyerah pada akhir perang.

Menteri Luar Negeri Gemba mengatakan ia akan berusaha untuk mempererat hubungan antara pemimpin kedua negara dalam upaya memecahkan masalah wilayah tersebut. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.