Jepang Rencanakan Beli Kembali Pulau Bersengketa

Washington (AFP/ANTARA) - Jepang berencana untuk membeli pulau-pulau kecil tidak berpenghuni di wilayah yang sedang disengketakan dengan sengit antara China dan Taiwan dari pemilik pribadi pulau-pulau itu, menurut surat kabar lokal, Sabtu.


Pemerintah memberitahukan niat tersebut kepada politisi nasionalisis, yang mengklaim bahwa Jepang tidak berbuat cukup banyak untuk melindungi wilayahnya dan membuat rencana untuk membeli pulau, mengenai rencana tersebut pada Jumat, menurut laporan Asahi Shimbun.


Langkah itu bisa memperbarui ketegangan baik dengan Beijing dan Taipei, karena mereka juga mengklaim bahwa pulau-pulau di Laut China Timur, yang bernama Senkaku di Jepang dan Diaoyou di China.


Harian ternama setempat mengatakan bahwa para pejabat pemerintah senior sudah melakukan negoisasi dengan para pemilik, keluarga Kurihara, yang diharapkan bisa menyelesaikan rencana nasionalisasi untuk membeli tiga pulau yang sama pada akhir tahun.


Pulau-pulau tersebut, yang merupakan tempat kaya akan ikan tangkapan dan mungkin juga sebuah lepas pantai yang akan cadangan mineral berharga, dibeli keluarga Kurihara pada dekade lalu dari keturunan pemilik asal Jepang sebelumnya.


Pulau-pulau tersebut dihuni nelayan Jepang sebelum akhir dari Perang Dunia II.


Perairan di sekitar pulau-pulau tersebut kerap menjadi ajang perseteruan wilayah termasuk penangkapan nelayan pukat pada akhir 2010, ketika kapalnya menabrak dua kapal patroli Jepang.


Pada Kamis, dua warga negara Jepang terlihat berenang ke Kitakojima dan diam di sana selama 90 menit, menurut penjaga pantai Jepang.


Awal pekan ini kapal Taiwan berseteru dengan kapal patroli Jepang di perairan dekat pulau-pualu tersebut.


Pada bulan April, gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, mengumumkan bahwa dia dalam pembicaraan untuk membeli pulau-pulau itu untuk kota metropolitan itu.


Dia telah mengumpulkan sumbangan lebih dari 1,3 miliar yen (sekitar Rp153,2 miliar) dari seluruh negeri untuk rencananya membeli tiga pulau itu, Uotsurijima, Kitakojima, dan Minamikojima, kata laporan tersebut. (jk/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.