Jika Dahlan Iskan Curhat ke Ulama dan Kaum Duafa

  • Ketua MK Berharap Menkeu Perhatikan PNBP

    Ketua MK Berharap Menkeu Perhatikan PNBP

    Antara
    Ketua MK Berharap Menkeu Perhatikan PNBP

    Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar berharap Menteri Keuangan Chatib Basri bisa meningkatkan perhatian terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). "Karena itu (PNBP) bukan rahasia bahwa salah satu komponen pemasukan negara dan ini juga bagian dari yang rawan dikorupsi," kata Akil di Jakarta, Selasa. Akil mengatakan kewenangan merumuskan dan memperjelas kembali unsur-unsur mana saja yang termasuk PNBP merupakan kewenangan Kemenkeu. ...

  • Menperin: China Rencanakan Bangun Kawasan Industri Luar Jawa

    Menperin: China Rencanakan Bangun Kawasan Industri Luar Jawa

    Antara
    Menperin: China Rencanakan Bangun Kawasan Industri Luar Jawa

    Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan China merencanakan membangun kawasan industri di luar Pulau Jawa, yaitu Kalimantan dan Sulawesi. "Pertengahan tahun ini, pemerintah China dan Indonesia akan menandatangani MoU pembentukan kawasan industri justru di luar Pulau Jawa untuk menyikapi investasi di bidang smelter dn hilirisasi daripada mineral dan tambang," katanya di Jakarta, Selasa. Kawasan industri tersebut akan berada di Kalimantan dan Sulawesi, meski tidak tertutup

  • ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan  

    ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan  

    Tempo
    ESDM: Seluruh Korban Longsor Freeport Ditemukan  

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengumumkan bahwa seluruh korban insiden Big Gossan sudah ditemukan. Tercatat dari 38 peserta training, 10 orang luka-luka dan 21 orang meninggal.

TEMPO.CO , Bogor: Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan curhat mengenai jabatannya di hadapan ratusan ulama dan 1.000 kaum duafa serta yatim piatu Bogor. Bos Jawa Pos grup ini mengaku tidak pernah mau dan bermimpi menjadi pejabat negara seperti sekarang.

"Tidak terbayang akan menjadi Direktur Utama PLN apalagi Menteri BUMN seperti saat ini. Saya ini sekolahnya tamatan madrasah yang enggak pernah belajar listrik," ungkap Dahlan di hadapan ulama dan pejabat Bogor dalam acara santunan 1.000 anak yatim dan kaum duafa di lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kamis, 9 Agustus 2012.

Bahkan, sejak menderita sakit, Dahlan Iskan sudah tidak lagi mau mengurus semua ladang bisnisnya yang berjumlah 150 perusahaan. "Saya serahkan semuanya sama anak dan saya hanya ingin urus pesantren," ujar dia.

Namun, kata Dahlan, dia yang biasa sibuk dengan pekerjaan tiba-tiba banyak diam. Makanya, Dahlan dikira sedang menganggur oleh Presiden SBY. Saat dipanggil, Presiden meminta Dahlan yang tamatan Madrasah Aliyah ini menjadi Direktur Utama PLN.

"Pak Presiden percaya saya punya kemampuan manajemen dan mampu memperbaiki PLN. Saya terima dan hanya meminta waktu cukup tiga tahun saja jadi Direktur PLN," kata Dahlan.

Belum juga genap dua tahun menjadi orang nomor satu di PLN, Dahlan menceritakan, sudah dipanggil lagi oleh presiden dan didaulat menjadi Menteri BUMN yang memiliki keseluruhan aset hingga Rp 3.000 triliun.

"Saya kaget, karena mengurusi kekayaan sebanyak itu. Mungkin pak presiden berpikir lebih aman kalau yang mengurus tamatan madrasah aliyah," ungkapnya sambil tertawa.

Padahal, Dahlan mengaku sempat menangis dan meminta tidak dijadikan menteri. Sebab, dengan menjadi Direktur PLN saja Dahlan mengaku sudah cukup dan ingin menuntaskannya sebaik mungkin. "Tapi tetap diminta dan saya sekarang jadi sibuk luar biasa, meski dulu cuma mau urus tiga hal saja," kata Dahlan.

Sementara, penyerahan santunan secara simbolis dilakukan Dahlan kepada satu orang perwakilan anak yatim dan kaum duafa, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada dua orang anak yatim, dan Bupati Bogor Rachmat Yasin kepada dua orang anak yatim.

ARIHTA U SURBAKTI

Berita lain:

Demokrat: Rhoma Irama Tak Bersalah

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

Ini Kumbang Iblis dari Republik Dominika

Ahmad Yani: Bambang Widjajanto Jangan Seperti Preman

Abraham : Pembahasan dengan SBY Normatif

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat