Jokowi-Ahok Merasa Diuntungkan Survei LSI

Liputan6.com, Jakarta: Calon wakil gubernur DKI pasangan Joko Widodo (Jokowi), Basuki Thahja Purnama (Ahok) mengaku diuntungkan dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Dalam survei, Jokowi-Ahok menempati urutan kedua di bawah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Justru saya pikir LSI (Pak Denny JA) perlu kita terima kasih. Karena dengan hasil yang beliau buat, beliau (Foke) menjadi tokoh antagonis yang akan membuat semua orang merapatkan barisan, yaitu mereka yang tidak suka Pak Foke," ujar Ahok usai menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (9/4).

"Saya rasa ini sangat menguntungkan. Masyarakat jadi berpikir, kalau dia tidak mau pilih Foke, lebih baik suara mereka lari ke Jokowi-Ahok. Ini menguntungkan," lanjut Ahok.

Ahok mengatakan, meski jumlah dukungan terpaut jauh dengan pasangan Fauzi-Nara, ia mengaku senang. Karena menurutnya ini masih dalam permulaan menuju pertarungan Pemilukada DKI 2012.

"Hasil survei cukup bagus. Dulu kami peringkat empat sekarang peringkat kedua. Belum ditetapkan jadi calon saja sudah naik pangkat dari juara empat ke juara dua," ujarnya.

Soal jarak yang jauh, Ahok tidak terlalu heran, mengingat tidak sedikit jajak pendapat seperti ini dilakukan oleh lembaga survei. Menurutnya, masyarakat akan tahu mana yang benar dan enggak, atau mana yang salah dan benar metodologinya.

"Kita akan melihat semua hasil survei. Saya adalah orang yang percaya survei. Faktanya kan orang bawah masih belum tahu siapa Jokowi-Ahok. Makanya kita siapkan mesin-mesin partai agar bekerja sampai bawah sehingga masyarakat tahu siapa Jokowi-Ahok," paparnya.

Menurutnya, lebih baik belum dikenal orang dan memilih pasanganya, daripada orang sudah mengenal tetapi tidak mendukungnya. Yang terpenting, imbuh Ahok, bagaimana kesiapan dalam membenahi Kota Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya.

"Saat ini yang kami jual rekam jejak. Jadi masyarakat DKI sudah cerdas. Jadi tidak muluk-muluk soal visi dan misi. Karena semua calon pasti sama. Jadi yang penting rekam jejak. Persoalanya Anda siap jadi pelayan atau tidak. Jadi apakah Anda siap menderita dengan masyarakat atau tidak," tandasnya.(ULF)