Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mempertanyakan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebanyak Rp 140 triliun.
"Ya harusnya dari uang itu, ada tinggalannya dong. Fisiknya apa? Yang 5 tahun kemarin harus ada tinggalan. Proyek Kanal Banjir Timur proyek Menteri Pekerjaan Umum (PU), sedangkan busway proyek mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Lalu, yang paling monumental seperti apa?" kata Jokowi saat ditemui di acara Orasi kebudayaan dan Pentas Seni Rakyat untuk memperingati Bulan Bung Karno di Tugu Proklamasi, Jalan Penataran 40, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/6/2012).
Jokowi menguraikan jika dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI nanti 3 hal yang sudah menjadi programnya harus fokus dan ditujukan kepada yang tidak mampu.
"Itu dipertanyakan, mestinya uang itu dengan manajemen fokus, difokuskan untuk apa? Jangan semuanya dikerjain, malah nggak kelihatan, Rp 140 trliiun itu uang gede banget lho," beber Wali Kota Solo ini.
Jokowi yang mempunyai program utama memenuhi kebutuhan dasar, macet, banjir, dan tata kota yang baik jika sudah terpilih nanti juga mengungkapkan tak akan memasang bilboard, dengan embel-embel wajahnya di sudut kota dengan dana APBD nantinya.
"Saya 7 tahun (jadi wali kota Surakarta) tidak pernah yang namanya pasang wajah saya di kota. Yang akan saya sampaikan dalam baliho, bilboard adalah programnya bukan orangnya, kalau orangnya itu namanya pencitraan. Hehe," kata Jokowi.
baca juga:
- Polri Gelar Fun Bike Sambut Hari Jadi ke-66
- Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan Jatuh Tanggal 20 Juli
- Pasar Sukoharjo Diberi Nama Pasar Ir Soekarno
- KPK-Polri Diskusikan Kasus Pemerasan Oknum Bea Cukai
- Anggota Komisi VIII DPR: Korupsi Al Qur'an Memalukan



Yahoo! OMG