MERDEKA.COM. Puluhan jamaah organisasi Islam (Ormas) Hizbut Tahrir kembali mendatangi kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Mereka meminta agar izin mendirikan gedung Kedubes Amerika Serikat (AS) tidak dikeluarkan.
"Tentu itu akan memberikan pengaruh sangat besar kepada masa depan negara kita," ujar salah satu juru bicara Hizbut Tahrir Ustaz Ismail didampingi Jokowi, Balai Kota Jakarta, Jumat (22/2).
Menanggapi tuntutan Hizbut Tahrir, mantan wali kota Solo ini tidak dapat memberikan keputusan saat ini. Sebab, surat pengajuan izin mendirikan bangunan Kedubes AS belum diterimanya.
"Saya menyampaikan, pengajuannya saja belum sampai ke Pemprov. Belum sampai ke dinas, ya saya enggak bisa menjawab. Jangan-jangan saya jawab nanti enggak mengajukan. Wong belum mengajukan, gimana saya mau menjawab," jelas Jokowi.
Namun, politikus PDIP ini tetap akan mempertimbangkan tuntutan yang diajukan oleh Hizbut. Bagi dirinya semua masukan dari elemen masyarakat termasuk Hizbut Tahrir menjadi bahan pertimbangan.
"Apapun input yang diberikan kami terima, dan itu juga nanti kalau seandainya nanti ada pengajuan, ya menjadi pertimbangan, bahwa ada keberatan-keberatan dari ormas, Hizbut Tahrir, dan lain-lain," terangnya.
Jokowi pun tidak mau berandai-andai apabila nantinya gedung Kedubes telah dibangun. Karena, setiap pengajuan izin mendirikan bangunan harus melalui syarat yang ada.
"Lah wong belum mengajukan kok pakai seandainya, kan belum mengajukan, kalau udah mengajukan, dicek syaratnya. Belum tentu bisa komplit juga," tandasnya.
H+5 Terperangkap
- Pengacara Rakyat Gugat Freeport Terkait Tragedi LongsorAntara - 4 jam yang lalu
- SBY: Evakuasi korban tambang Chile tak bisa diterapkan FreeportMerdeka.com - 5 jam yang lalu
- Presiden Minta Dilakukan Investigasi Kecelakaan FreeportAntara - 6 jam yang lalu
- Presiden Terima Laporan Perkembangan Terakhir Kecelakaan FreeportAntara - 7 jam yang lalu
- Tragedi longsor, PT Freeport dan SBY digugat ke pengadilanMerdeka.com - 7 jam yang lalu
- Freeport: Jumlah Korban Meninggal 11 OrangAntara - 10 jam yang lalu
- 11 Pekerja PT Freeport ditemukan tewas, 17 masih tertimbunMerdeka.com - 10 jam yang lalu
- Freeport: Tiga Pekerja Meninggal DitemukanTempo - 11 jam yang lalu
- DPR Minta Freeport Santuni Korban Reruntuhan TambangAntara - 11 jam yang lalu
- Tinjau lokasi longsor, Priyo minta Freeport santuni korbanMerdeka.com - 11 jam yang lalu
- Freeport: Sudah 8 Korban Tewas DitemukanTempo - 13 jam yang lalu
- Tiga Jenazah Karyawan Freeport Dievakuasi Hari IniTempo - 21 jam yang lalu
- Pemerintah: Korban Freeport Dapat Santunan Asuransi JamsostekAntara - 21 jam yang lalu
- DPR Minta Investigasi Runtuhnya Tambang Freeport MenyeluruhAntara - 22 jam yang lalu
- Evakuasi Korban Freeport Terganjal Lokasi RawanTempo - Min, 19 Mei 2013
- Muhaimin desak Freeport terjunkan ahli buat evakuasi korbanMerdeka.com - Min, 19 Mei 2013
- Korban Longsor Freeport Alami Trauma Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Freeport Gunakan Tim Penyelamat Terbaik di Asia Tempo - Min, 19 Mei 2013
- 22 Korban Longsor Freeport Belum Dievakuasi Tempo - Min, 19 Mei 2013
- Tim Evakuasi Kesulitan Capai Korban di FreeportTempo - Min, 19 Mei 2013
Berita Lainnya
- Jokowi Siap Umumkan Pemenang Tender MRT Sore Ini
- Jokowi: Jakarta Jadi Tempat Syuting Film Hollywood
- Istri Wali Kota Belanda Berebut Foto Bareng Jokowi
- Jokowi Siap Sambangi Komnas HAM
- Iklan Mural Diharuskan Punya Izin dan Bayar Pajak
- Agustus Nanti, Pemerintah Gelar Festival Kota Tua
- Wali Kota Jakbar dan Jaksel Dilantik Pekan Depan
- Jokowi Jadi Idola di TabananLiputan 6
- Seleksi Lurah dan Camat Masih TerbukaAntara videos
- Kampung Deret Dimulai Juni Antara videos
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 43
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...


Yahoo! OMG