Jokowi Ingin Perbaiki Pasar Tradisional di Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sistem dan manajemen anggaran yang amburadul Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta menjadi fokus perhatian kampanye Joko Widodo.  Salah satu sistem dan manajemen yang ingin dibenahi calon gubernur Jakarta adalah pasar tradisional di bawah PD Pasar Jaya.

"Dari awal saya selalu berkunjung ke pasar. 150 lebih pasar saya kunjungi di DKI. Hampir delapan persen pasar tidak rapi, berantakan, dan bau," ujar Jokowi di sela menyantap nasi gudeg usai kampanye di Kampung Pegangsaan II, Jakarta Utara, Selasa (26/6/2012).

Jokowi bakal menerapkan, revitalisasi terhadap pasar tradisional yang semakin ditinggalkan pedagangnya. Karena itu, salah satu menarik pedagang masuk ke dalam pasar adalah melakukan revitalisasi baik dari kios, sarana dan prasarana lainnya.

"Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah merevitalisasi pasar. Revitalisasi ini nantinya menyediakan ruang parkir, dan tidak akan membebani pedagang. Saat ini, pedagang dibebani Rp 25 juta. Kalau digencet seperti itu pedagang bakal teriak semua," terangnya.

Cerita ini didapat Jokowi selama ini berkeliling dan menanyakan nasib pedagang pasar. Kebanyakan keluhan mereka seragam, yakni beban biaya sewa lapak dan ongkos mahal yang harus ditanggung. Padahal, pemasukan mereka tak seberapa mengingat sudah jarang orang membeli kebutuhan di pasar.

"Jika pembenahan infrastruktur pasar  sehat dan rapi, tersedia ruang parkir, tak akan memacetkan jalan. Memang pasar ini milik PD Pasar Jaya. Tapi namanya revitalisasi harus dilakukan. Sekali lagi, itu tidak boleh membenani pedagang," pungkasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI
  • Jokowi Tanggapi Pernyataan Nachrowi Dibilang Kemaruk
  • Terbukti Terima Dana Asing Pencalonan Otomatis Batal
  • Tema Kampanye Cagub dan Cawagub Masih Usang
  • Hendardji-Riza Absen di Kepulauan Seribu
  • Tangis Anak Dikhitan Sambut Kedatangan Hidayat
  • Alasan Jokowi Pakai Sepatu Kets
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat