Jumhur Minta Apjati Sikapi Rasionalisasi Kenaikan UMR

  • Indonesia Siap Ambil Alih Teknologi-Manajemen Inalum

    Antara

    Kuala Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Indonesia siap mengambil alih teknologi dan manajemen semua kepemilikan saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dari Jepang yang selama 30 tahun sebagai pemegang saham terbesar dan akan berakhir kontrak kerjasamanya pada 30 Oktober 2013. "Kita tidak bergantung dengan Jepang dan siap melanjutkan pembangunan PT Inalum melalui Badan Usaha Milik Negara mulai 1 Nopember 2013," tegas Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Inalum Ir. Nasril Kamaruddin, MBA di

  • Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    Tempo
    Akibat Pembajakan, Indonesia Rugi Rp 4,5 Triliun Setahun  

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyebut masalah pembajakan karya musik di Indonesia telah begitu memprihatinkan. Dari total pengeluaran masyarakat untuk musik, hanya 10 persen yang tercatat dan lebih sedikit lagi yang sampai ke kantong para musikus.

  • Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    Tempo
    Produksi Gas Blok Natuna Mayoritas untuk Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengaku telah menjalin kesepakatan kontrak eksplorasi gas di Blok East Natuna bersama PTT Exploration and Production. Kesepakatan tersebut terutama mengenai alokasi pembagian produksi gas.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Moh Jumhur Hidayat minta Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) menyikapi dampak rasionalisasi dari kenaikan Upah Minimum Regional.

Jumhur pada Munas Apjati di Bandung, Kamis, mengatakan, dampak dari kenaikan upah Minimum Regional (UMR) berupa turunnya investasi dan kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Rasionalisasi PHK merupakan gejala yang tidak terelakkan. Perusahaan akan menuntut profesional tinggi agar investasi jalan terus. Namun bagi yang terkena PHK, tentu harus dicarikan pekerjaan berupa kesempatan kerja di luar negeri," katanya melalui surat elektronik.

Pemerintah, kata Jumhur, melalui promosi yang sudah berjalan selama ini sudah menyiapkan ribuan kesempatan kerja sektor non-PLRT (penata laksana rumah tangga) di luar negeri.

"Puluhan ribu lowongan kerja semi-skill dan skill tersedia di banyak negara pada jam dan hari yang sama anda ber-Munas," kata Jumhur.

Kepada peserta Munas, Jumhur meminta agar mereka memanfaatkan ketersediaan informasi kerja yang dimiliki pemerintah.

"Saatnya Apjati mengakhiri era bermusuh-musuhan dengan pemerintah," kata Jumhur yang disambut tepuk tangan hadirin.

Bersama pemerintah, kata Jumhur, PPTKIS harus bekerja sama mendorong peningkatan penempatan TKI formal ke mancanegara.

Jumhur mengakui peran PPTKIS cukup besar dalam mencarikan solusi dari gejala PHK secara masif.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat