Manila (ANTARA/AFP) - Korban tewas gabungan antara akibat Badai Tropis Nock-ten dan Topan Muifa di Filipina meningkat menjadi 70 orang, dengan ancaman badai lain di negara yang poranda dihantam hujan, kata pemerintah Selasa.
Jumlah korban, sebelumnya 54 orang, dan bertambah saat dua anak dilaporkan tewas oleh tanah longsor di sebuah tambang di pulau pusat Bohol pada Minggu, dan 14 korban dihantam badai Nock-ten, yang melanda bulan lalu.
Sebanyak 178 penumpang dan awak diselamatkan dari sebuah kapal terdaftar dari pusat pelabuhan Iloilo pada Minggu, kata Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional
Muifa, nama sebuah bunga di China, masih berada di lepas pantai di Laut Filipina timur pulau utama Luzon, tetapi menyebabkan hujan lebat dewas dan kasar di pesisir perairan.
Pada Kamis sebuah perahu terguling di Teluk Manila, menyebabkan dua pekerja kolam di kapal tenggelam.
Nock-ten, yang melanda Luzon beberapa hari sebelumnya, menewaskan 66 orang dan 17 lainnya hilang, menurut jumlah korban dewan yang diperbarui.
Kebanyakan sekolah-sekolah di Manila menyatakan Selasa sebagai hari libur sementara itu gangguan cuaca menjulang di atas pantai barat Luzon, dengan potensi untuk berkembang menjadi sebuah
badai, mendorong layanan cuaca negara untuk meramalkan hujan lebat dan kemungkinan banjir.
Rata-rata 20 badai dan topan, banyak dari mereka yang mematikan, menghantam Filipina setiap tahunnya. Nock-ten, nama burung di Laos, adalah badai ke-10 tahun ini.



Yahoo! OMG