Kabut Asap

Jumlah Remaja Indonesia 13 Kali Penduduk Singapura

Gorontalo (ANTARA) - Jumlah remaja di seluruh Indonesia tercatat lebih dari 70 juta jiwa atau 13 kali lipat dari jumlah penduduk Singapura, kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN RI, Sudibyo Alimoeso.

Jumlah remaja di Indonesia yang terlampau banyak itu seringkali diikuti dengan berbagai macam situasi yang cukup memprihatinkan, kata Sudibyo Alimoeso di Gorontalo, Senin.

"Sebanyak 20,9 persen remaja putri di Indonesia, telah hamil di luar nikah karena berhubungan seks dan 38,7 persen telah mengalami pernikahan usia dini," katanya mengutip hasil penelitian Universitas Indonesia dan Australian National University pada tahun 2010.

Ia mengemukakan hal itu dalam acara sosialisasi mengenai program generasi berencana (Genre) di hadapan ratusan mahasiswa dan pelajar di Universitas Negeri Gorontalo.

Dia menambahkan, dari ribuan kasus penderita HIV/AIDS kurun 2005-2012, tercatat 45 persen penderita di antaranya adalah remaja.

Menurutnya, faktor dari makin rentannya situasi remaja Indonesia dewasa ini adalah perubahan sosial yang diikuti oleh pesatnya perkembangan teknologi.

"Media massa dan internet yang kian permisif menyuguhkan pornografi sangat mempengaruhi perubahan ini," kata dia.

BKKN sendiri, lanjutnya, berupaya menanggulanginya dengan Program Genre, yang didalamya terdapat proses edukasi melalui pusat informasi dan konseling yang didirikan di perguruan tinggi, sekolah dan organisasi keagamaan.

"Remaja Indonesia harus melakukan perencanaan komprehensif sejak dini, baik dalam hal pendidikan, karir atau pekerjaan hingga menikah," kata dia.(rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat