Berburu Harta Luthfi

Junta Mali Nyatakan Kelompok Penentang Kudeta Kalah

Bamako (AFP/ANTARA) - Para tentara yang melancarkan aksi kudeta di Mali pada Maret mengatakan, Selasa, bahwa mereka telah mengalahkan kelompok pejuang penentang kudeta yang setia kepada presiden terguling Toumani Toure.

Pertempuran tersebut menewaskan 14 orang dari kelompok yang mendapat dukungan dari luar negeri.

Junta militer menyatakan serangan yang dilakukan oleh pasukan paramiliter itu merupakan upaya untuk membunuh pemimpin kelompok kudeta, Kapten Amadou Haya Sanogo. Namun mereka bersikeras bahwa kekacauan tersebut tidak akan mempengaruhi kekuasaan pemerintah sipil sementara di Mali.

Sanogo adalah pemimpin kudeta pada 22 Maret, yang menggulingkan Presiden Toumani Toure. Dalam sebuah tayangan televisi, Sanogo berjanji bahwa perjanjian peralihan kekuasaan, yang disepakatinya pada 6 April, tentang pemulihan kekuasaan sipil, tetap berlaku.

Namun, pertempuran yang kembali muncul itu meredupkan harapan masyarakat Mali untuk segera kembali ke situasi aman. Kekacauan di negara yang terletak di Afrika barat tersebut membuat para gerilyawan Tuareg dan kelompok Islam fanatik berupaya merebut bagian utara negara itu.

Rentetan tembakan, Senin malam (30/4), terjadi di stasiun radio dan televisi nasional, bandara, serta Kati --kota garnisun di dekat ibu kota negeri tersebut, Bamako, yang juga menjadi markas besar para tentara pejuang.

Sampai Selasa pagi (1/5), sejumlah kendaraan lapis baja terlihat berada di luar lokasi tembakan tersebut. Sementara itu para pemimpin junta militer, melalui siaran televisi nasional, mengatakan bahwa mereka telah mengamankan situasi, meskipun suara tembakan masih terdengar di kota tersebut.

Seorang tentara, melalui siaran televisi, membacakan sebuah pesan yang mengatasnamakan Sanogo. Pesan tersebut berisi "unsur dari pihak asing yang dibantu oleh kekuatan gelap di dalam negeri bertanggung jawab atas sejumlah serangan tersebut." Ditambahkannya, sebagian telah ditangkap.

Sementara itu direktur Rumah Sakit Gabriel Toure, Abdoulaye Nene Coulibaly, menyebut jumlah korban yang berada di rumah sakit tersebut sebanyak 14 tewas dan 40 terluka.

Para anggota militer junta, kata AFP, memasuki RS Gabriel Toure dan membawa pergi sejumlah pendukung yang cedera dari presiden terguling dengan menggunakan mobil jip.

Salah seorang pejabat militer dengan marah berteriak kepada prajurit yang terluka tersebut, "Sekarang kalian akan mengatakan kepada kami siapa yang memaksa kalian memprovokasi kami. Kalian telah mendapat pelajaran, tapi itu semua belum berakhir."


Meskipun Sanogo mengatakan bahwa kondisi terkendali, sejumlah saksi mendengar suara tembakan senjata berat di sekitar markas para pendukung di pusat kota Bamako. Namun masih belum diketahui dengan jelas siapa yang melepaskan tembakan itu.

Kepala staf militer junta, Ibrahim Dahirou Dembele, mengatakan bahwa pertempuran tersebut ditujukan untuk membunuh Sanogo.

"Dengan dukungan para tentara bayaran, pasukan paramiliter itu awalnya menduduki stasiun radio dan televisi nasional serta bandara, untuk mendaratkan bala bantuan," katanya.

"Langkah berikutnya, operasi tersebut akan membawa mereka melakukan serangan ke barak Kati dengan tujuan membunuh para pemimpin militer dan terutama Sanogo," lanjutnya.

Ibrahim mengingatkan bahwa musuh Mali dan para sekutunya sedang bekerja. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.