Jusuf Kalla: Bali dan Lampung Harus Berdamai

Bandarlampung (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat Jusuf Kalla menegaskan bahwa warga Bali dan Lampung harus berdamai dan tidak ada relokasi bagi para pengungsi.

"Dalam satu minggu ini, para pengungsi harus dapat kembali ke desanya," ujar Kalla, saat mengunjungi para pengungsi akibat bentrokan antarwarga di Kabupaten Lampung Selatan, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kemiling, Bandarlampung, Jumat.

Dia mengatakan, dengan menempatkan aparat keamanan yang berjumlah ribuan personel, bisa dipastikan desa tersebut sudah aman, dan warga bisa kembali bekerja untuk membangun rumah dan desanya kembali.

Kalla mengungkapkan, untuk membantu pembangunan rumah warga PMI akan mengirimkan 10 ribu keping seng yang untuk pembangunan atap rumah warga tersebut.

Rekonsiliasi untuk perdamaian, menurut dia, harus cepat dilakukan oleh berbagai pihak, dengan dibantu seluruh elemen masyarakat.

"Perdamaian di Lampung Selatan akan terwujud bila seluruh elemen warga Indonesia membantu menciptakan hal tersebut," ujar dia lagi.

Jika memang sudah pernah ada perdamaian, lanjut dia, maka perjanjian selanjutnya harus ada orang yang lebih dituakan pada saat penandatanganan perdamaian tersebut.

"Harus ada orang yang lebih dituakan dalam perdamaian tersebut, ini dilakukan untuk mencegah hal serupa tidak terjadi lagi," kata dia pula.

Menurut Kalla, masyarakat Bali pun harus dapat bersosialisasi dengan warga lainnya, dengan begitu diharapkan tidak ada lagi hal seperti ini.

"Harus diciptakan sekolah dan pasar bersama sebagai tempat sosialisasi seluruh warga Lampung Selatan," kata dia.


Bangkitkan Gotong Royong



Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa gotong royong pun harus kembali diciptakan seperti saat ini, sehingga pembangunan kembali rumah warga Balinuraga dan Sidoreno itu pun perlu dibantu desa lain yang mencerminkan sifat asli bangsa Indonesia.

Kalla menegaskan, sifat gotong royong harus kembali dibangkitkan, untuk mencegah kejadian serupa di Lampung Selatan tidak terulang kembali.

"Gotong royong merupakan sifat kearifan lokal yang dapat membantu memperkokoh bangsa Indonesia," kata dia lagi.

Dia mengemukakan pula bahwa perdamaian dapat terjadi bila semua pihak membantu hal tersebut, dan akan terjaga jika kearifan lokal dapat dijaga pula.

Kearifan lokal yang menurut dia, seperti gotong royong, saling menghormati, membantu, dan juga masyarakat Bali pun harus dapat bersosialisasi dengan cara berbelanja di pasar secara bersamaan.

"Bagaimana kita menciptakan kearifan lokal, masyarakat yang bertikai tersebut khususnya anak-anak mereka harus disatukan di sekolah yang sama tanpa ada perbedaan," kata dia lagi.

Semua upaya itu, diharapkan ke depan tidak ada lagi hal seperti ini terjadi, karena masyarakat khususnya anak-anak sudah bertemu sejak lama.

Ini merupakan program jangka panjang, namun menurut Kalla, hasilnya akan baik dan dapat dipastikan tidak akan ada lagi kerusuhan antardesa, dan untuk menciptakan semua itu seluruh elemen masyarakat perlu ikut membantu.

Pada awalnya, ujar Kalla, masyarakat desa tetangga harus membantu pembangunan rumah warga yang hancur itu, dengan dibantu aparat dari TNI dan Polri.

"Masyarakat sudah ingin kembali ke desanya, untuk membangkitkan perekonomian di sana yang sudah lumpuh," kata Kalla. (jk)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.