Penghargaan buat SBY

Jusuf Kalla: Pindah Partai Sudah Biasa  

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla menanggapi dingin isu perpindahan kader partainya. Menurut dia, perpindahan seorang politikus dari partai satu ke partai lainnya itu sudah biasa. "Pindah partai itu biasa saja," katanya sebelum acara Sarasehan dan Buka Puasa Bersama Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar, Senin, 30 Juli 2012.

Sebelumnya, Ketua Forum Silaturahmi DPD II Partai Golkar Muntasir Hamid mengatakan, sebanyak 232 pengurus DPD II berencana hengkang dari Golkar. Ketidakpastian pencalonan mereka sebagai anggota legislatif dan perpecahan antara Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, dan Akbar Tandjung, menurut dia, menjadi pemicu masalah di akar rumput.

Soal perpindahan beberapa politikus Partai Golkar, Kalla enggan berkomentar banyak. Menurut dia, partai dalam era reformasi saat ini tak lagi banyak memiliki perbedaan. Karena itu, perpindahan menjadi satu hal yang lumrah. "Sekarang apa bedanya Golkar dengan PAN? PAN juga kan partai terbuka," katanya.

Hanya, wakil presiden di era Kabinet Indonesia Bersatu I ini mengatakan fenomena perpindahan ini tak bisa diabaikan. Kalla menjelaskan, partai-partai harus mengoreksi diri kenapa terjadi perpindahan kader. "Bukan hanya Golkar, tapi semua partai harus introspeksi diri," ujarnya.

FEBRIYAN

Berita Terpopuler:

Polisi Akhirnya Berani Stop FPI

Disudutkan @cinta8168 di Twitter, Ini Jawaban Ahok

Baru Tiga Hari Buka, Warung Dahlan Iskan Tutup

Analis Politik: Isu SARA Jadi Bumerang Foke-Nara

Lima Keanehan Operasi Polisi ke Ogan Ilir

Berapa Harga Emas Olimpiade?

Andi Arief Minta Misbakhun Berkata Jujur

ICW Akan Adukan Hakim Pembebas Misbakhun

Foke Ubah Gaya Kampanye

Misbakhun Ancam Mengadu ke PBB

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat