‘Jutawan yang Melarikan Diri' Selandia Baru Sangkal Pencurian

Wellington (AFP/ANTARA) - Seorang wanita Selandia Baru yang diduga melarikan diri dengan rekannya setelah sebuah bank melakukan kesalahan dengan mengirimkan jutaan dolar ke rekeningnya mengaku tidak bersalah atas pencucian uang dan pencurian pada Selasa.


Jaksa menuduh Hurring Kara berangkat ke China dengan temannya Hui Gao ketika Westpac Bank secara tidak sengaja menempatkan 10 juta dolar Selandia Baru (sekitar Rp71,6 miliar) ke dalam rekeningnya pada April 2009 setelah ia meminta pengambilan uang melebihi batas senilai 100.000 dolar Selandia Baru (Sekitar Rp716 juta).


Kesalahan itu diketahui dalam beberapa hari tetapi kemudian 6,78 juta dolar Selandia Baru (sekitar Rp48 miliar) diduga ditransfer ke rekening lain dan pasangan yang dijuluki "jutawan pelarian" tersebut, meninggalkan negara itu.


Hurring, yang ditahan setelah kembali ke Selandia Baru pada Februari tahun lalu, diseret di Pengadilan Distrik Rotorua dengan tuduhan mencuri 11.000 dolar Selandia Baru (sekitar Rp78 juta) dan dua tuduhan pencucian 1,5 juta dolar Hong Kong (sekitar Rp1,7 miliar) di Macau.


Orang yang berusia 33 tahun itu menyangkal mengetahui bahwa ia menarik dana dari rekening bank Gao bukan milik pasangannya.


Jaksa Fletcher Pilditch mengatakan ada sedikit keraguan dia tahu dari mana uang itu berasal, menuduh Gao sudah mengatakan padanya bahwa dia kaya setelah menemukan kesalahan bank saat memeriksa rekeningnya secara online.


Pengadilan Hurring dijadwalkan berlangsung hingga Jumat.


Gao, yang ditahan di Hong Kong pada September lalu dan kemudian dideportasi ke Selandia Baru, akan menghadapi persidangan terpisah pada tanggal yang belum ditetapkan. (as/ik)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.