Kadin: Anggaran Infrastruktur Seharusnya 20 Persen PDB

  • Transaksi Pembayaran dengan e-money Dimulai Juni

    Antara

    Medan (ANTARA)- Bank Indonesia mulai menjalankan transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money (uang elektronik) pada Juni mendatang."Peluncuran program dan produk financial inclusion, transaksi pembayaran dengan menggunakan e-money itu akan mulai dicoba di enam provinsi termasuk di Sumut," kata Direktur Divisi Komunikasi Bank Indonesia Pusat, Peter Yakub, di Medan. Kamis.Selain Sumut, "pilot project" e-money itu dilakulkan di Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan

  • Harga Minyak Turun Setelah Data China Mengecewakan

    Antara

    New York (ANTARA/Xinhua) - Harga minyak dunia melemah pada Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data aktivitas manufaktur dari China mengecewakan, namun penurunannya dibatasi pelemahan dolar AS, kata para analis. Minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun tipis sebesar tiga sen menjadi menetap di 94,25 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli turun 16 sen, atau 0,15 persen, menjadi ditutup

  • Rupiah Jumat Pagi Terapresiasi 20 Poin

    Rupiah Jumat Pagi Terapresiasi 20 Poin

    Antara
    Rupiah Jumat Pagi Terapresiasi 20 Poin

    Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada Jumat pagi terapresiasi sebesar 20 poin menyusul sentimen negatif di pasar uang yang kembali stabil. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi menguat sebesar 20 poin menjadi Rp9.768 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.788 per dolar AS. "Sentimen di pasar uang kembali stabil setelah The Fed mensinyalkan pengurangan nilai program pembelian obligasinya secara bertahap meski untuk sementara waktu masih mempertahankannya,"

Jakarta (ANTARA) - Anggaran untuk infrastruktur seharusnya sebesar 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), kata Wakil Ketua Umum Bidang Perbankan dan Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani.

"Karena infrastruktur kita sudah ketinggalan cukup jauh, maka anggarannya seharusnya 20 persen dari PDB untuk mengejar ketertinggalan ini," kata Rosan P Roeslani kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Menurut Rosan, anggaran untuk infrastruktur memang harus disediakan sebesar mungkin tetapi dalam pelaksanaannya juga harus direalisasikan secara komprehensif, bersama-sama, dan terperinci.

Ia berpendapat, saat ini pemerintah kerap membuat rencana atau pertemuan terkait dengan pembangunan infrastruktur tetapi dalam pelaksanannya kerap menjadi masalah.

"Penting agar anggarannya tersedia, tetapi lebih penting lagi adalah dalam hal eksekusinya," katanya.

Untuk itu, ujar dia, seharusnya para pemimpin Indonesia benar-benar menyadari bahwa permasalahan infrastruktur di Indonesia adalah persoalan yang mutlak harus segera diatasi dan tidak bisa ditunggu-tunggu lagi.

Rosan juga mengingatkan, dengan adanya perbaikan dalam infrastruktur maka bukan saja memperlancar distribusi pengadaan di daerah, namun juga akan menurunkan tingkat inflasi yang terjadi akibat tersendatnya distribusi.

Sementara itu, Direktur Institute for Developments of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Erani Yustika mengatakan, alokasi anggaran untuk infrastruktur di Indonesia masih sangat rendah bila dibandingkan dengan alokasi anggaran di sejumlah negara lain seperti Malaysia dan China.

Erani mencontohkan, alokasi anggaran untuk infrastruktur di Malaysia sebesar 14 persen dari PDB negara tersebut, atau tujuh kali lipat dari alokasi anggaran infrastruktur di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan dan BPS, rasio belanja infrastruktur terhadap PDB meningkat dari 1,19 persen pada 2005 menjadi 2,21 persen pada 2012.

Menurut Erani, meski periode 2005-2012 terjadi peningkatan belanja infrastruktur sebesar 28,2 persen per tahun, tetapi rasio belanja infrastruktur terhadap PDB masih jauh dari level ideal yaitu 5 persen. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat